Lonjakan Puncak Covid-19 Pasca Lebaran Diperkirakan Juni 2021
Wakil Menteri Kesehatan ( Wamenkes) Republik Indonesia, Dante Saksono Harbuwono memperkirakan lonjakan puncak kasus Covid-19 pasca lebaran akan terjad
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Hingga kini, total kasus positif Covid-19 telah telah mencapai 1,791.221 jiwa.
Sementara itu, 1.645.263 jiwa dinyatakan sembuh dan 49.771 jiwa meninggal dunia.
Data tersebut diambil dari web resmi www.covid19.go.id.
Wakil Menteri Kesehatan ( Wamenkes) Republik Indonesia, Dante Saksono Harbuwono memperkirakan lonjakan puncak kasus Covid-19 pasca lebaran akan terjadi pada pertengahan Juni 2021 mendatang.
Hal itu dapat dilihat dari adanya kenaikan pasca libur lebaran beberapa minggu lalu.
"Kemungkinan kasus meningkat dan mencapai puncaknya pada pertengahan Juni," kata Dante saat Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR, secara daring, Kamis 27 Mei 2021.
Pasca 1 minggu libur lebaran, menurut Dante juga tengah mengalami kenaikan walaupun belum signifikan.
Namun, lonjakan tersebut akan terjadi beberapa minggu kedepan setelah semua data terkumpul 6 sampai 7 minggu.
(Update berita Covid-19 disini)
"Kemudian kita asumsikan pada pertengahan Juni akan terjadi peningkatan 50 persen kasus dibanding sebelumnya," katanya.
Terkait kenaikan tersebut ia mengatakan akan siap mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.
Satu diantaranya dengan memperkuat armada tenaga kesehatan, peralatan dan ketersediaan obat termasuk oksigen.
Sejumlah penumpang kereta api jarak jauh Fajar Utama YK yang merupakan arus balik Lebaran tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Jumat 21 Mei 2021.
Berakhirnya masa larangan mudik yang diberlakukan oleh pemerintah sejak Senin (17/5), Stasiun Pasar Senen mulai ramai didatangi para pemudik yang kembali ke Jakarta.
"Produksi oksigen juga kami siapkan, kami tambah kapasitas oksigen yang cukup sehingga bisa menjangkau 76 ribu pasien," ungkapnya.
Baca juga: Satgas Covid-19 Imbau Waspada Vaksin Ilegal ! Masyarakat Minta Pemerintah Perketat Pengawasan Vaksin
Tak hanya itu, Dante juga telah menyiapkan hingga 71.509 tempat tidur untuk isolasi dan 7.615 tempat tidur untuk perawatan intensif.
Ia menyebutkan sampai saat ini telah mencapai 2.400 orang yang telah dirawat intensif.
"Sedangkan kasusnya sekarang masih 2.400 jadi punya kapasitas 300 persen lagi dari yang ada sekarang," katanya. (Tribunnews)
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ilustrasi-covid-19-dari-kemenkes-ri.jpg)