Breaking News:

Kisa Ketua DPD Golkar Kalbar Berjuang Lawan Covid-19, Maman: Penyakit Ini Nyata, Jalankan Prokes!

Maman Abdurahman mengatakan jika covid -19 hanya bisa dihadapi dengan semangat kebersamaan.

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MAMAN ABDURAHMAN
Ketua DPD Partai Golkar Kalbar, Maman Abdurahman 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Maman Abdurahma, anggota DPR RI Dapil Kalbar 1, Fraksi Partai Golkar, ternyata pernah kritis saat terkena Covid 19.

Ketua DPD Partai Golkar Kalbar ini pun harus dirawat di RS Soedarso Kota Pontianak hampir genap dua minggu, setelah sekitar 8 hari sebelumnya melakukan isolasi mandiri.

Ketua Bappilu DPP Partai Golkar ini terpapar Covid sebelum Ramadan. "Sempat kritis, dirawat di RS Soedarso kurang lebih 13 hari, terus isolasi mandirinya 8 hari, jadi kurang lebih 21 hari," cerita Maman, Kamis 20 Mei 2021.

Maman Abdurahman bercerita pengalamannya ini bukanlah untuk menakuti masyarakat, melainkan untuk mengingatkan masyarakat pentingnya menjaga protokol kesehatan (Prokes).

Ia berharap agar masyarakat dapat patuh dan disiplin dengan Prokes agar tidak kemudian terkena Covid-19.

"Saya pikir ini pengalaman saya secara pribadi, yang ingin saya sampaikan penyakit ini nyata, kita juga tidak usah panik, khawatir, jalankan Prokes semaksimal mungkin," ujarnya.

Pasca sembuh sekarang ini, Maman berkeinginan membantu penyembuhan Covid bagi masyarakat luas dengan mendonorkan plasma darahnya.

Hal ini dilakukan Maman karena saat ia kritis ketika terkena Covid juga menerima donor plasma darah dari masyarakat.

"Rencana saya untuk memeriksakan diri saya terkait kesiapan untuk menjadi pendonor plasma darah konvaselen. Jadi, ini semua berangkat dari semangat kitabersama Partai Golkar bahwa di tengah pandemi Covid-19 kita melihat bahwa situasi seperti ini sudah tidak bisa lagi kita hindari, bahwa siapapun kita baik masyarakat Pontianak ataupun Kalbar pasti punya potensi terkena Covid1-19," katanya.

"Yang bisa kita lakukan hanya dua hal, pertama menjalankan semaksimal mungkin Prokes, dan kedua yang bisa kita lakukan ialah bagi para alumni atau mantan Covid-1919 diharapkan mendonorkan darah kita yang nanti akan diubah menjadi darah plasma," tambah Maman Abdurahman.

Baca juga: Terkait Vaksin Covid-19 Skema Gotong Royong, Ini Tanggapan Bupati Sanggau

"Saya salah satu orang yang pernah terkena Covid-19 dan kebetulan kondisi saya sempat kritis. Satu cara yang bisa mempercepat penyembuhan Covid-19 adalah dengan menerima transfusi darah plasma.

Kebetulan saya begitu kena Covid salah satu yang mendapatkan donor plasma, jadi saya merasa punya kewajiban untuk mendonorkan plasma kepada masyarakat yang terkena Covid-19," timpal Maman Abdurahman.

Lebih lanjut, Maman Abdurahman mengatakan jika covid -19 hanya bisa dihadapi dengan semangat kebersamaan.

Momentum Idul Fitri, ujar dia, hendaknya dijadikan sebagai sebuah momentum untuk mengajak masyarakat tidak berkeluh kesah, hadapi Covid-19, namun sebaiknya semaksimal mungkin apapun yang di miliki disumbangkan untuk membantu pemerintah.

"Yok, kita mantan yang terkena Covid-19 kita donorkan plasma kita agar bisa bermanfaat untuk orang banyak," ajak Maman Abdurahman.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved