Pamer Digitalisasi Pelayanan Publik, Wali Kota Pontianak Ingin Perbanyak Kampung Digital

Pada kesempatan ini, Edi pun mengungkapkan jika Pemkot sudah melakukan digitalisasi dalam pelayanan publik, baik secara langsung maupun command center

Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono saat foto bersama dengan Wagub Kalbar Ria Norsan dan Kadiskominfo Kalbar 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono ingin memperbanyak kampung digital di Kota Pontianak.

Hal ini dikatakan Bang Edi, sapaan akrabnya saat Peluncuran Indonesia Makin Cakap Digital oleh Kemenkominfo RI Ditjen Aplikasi Informatika Direktorat Pemberdayaan Informatika di Pontianak, Kamis 20 Mei 2021.

Pada kesempatan ini, Edi pun mengungkapkan jika Pemkot sudah melakukan digitalisasi dalam pelayanan publik, baik secara langsung maupun command center. Edi pun membeberkan literasi digital Pontianak berdasarkan survei sebesar 3,59 (tiga point lima sembilan).

"Kalau kita lihat survei status literasi digital Kota Pontianak 3,59, sudah cukup tinggi, dan Kan kita terus tingkatkan dengan memfasilitasi jaringan maupun akses pada masyarakat, karena sekarang ini kita tidak bisa terlepas dari digital, baik beraktivitas maupun kepentingan lainnya. Setiap gerak pemkot Pontianak sudah berbasis digital," ujarnya.

Baca juga: ASN Pemkot Pontianak Komitmen Berikan Pelayanan Maksimal, Edi Kamtono : Sekarang Kita Tancap Gas

Untuk pelayanan publik di Kota Pontianak, Edi pun menerangkan jika hampir semua berbasis website atau pun digital.

Guna memperkuat hal tersebut, ia mengatakan jika pemkot juga terus menggelar workshop literasi digital, dan pemanfaatan media sosial di Kota Pontianak termasuk memperbanyak kampung digital.

"Dengan di launchingnya Indonesia Makin Cakap Digital secara nasional, maka akan menambah semangat bagi kita terutama pemerintah kota menjadikan pelayanan kita dengan konsep smart city di semua jaringan," tuturnya.

"Masyarakat juga kita literasi, jika pemerintahnya menggunakan digital namun masyarakat tidak mengikuti juga tidak optimal maka literasi akan kita maksimalkan baik secara workshop di komunitas masyarakat hingga tingkat bawah, dengan begitu semua pelayanan dan aktivitas akan semakin mudah," tambahnya.

Lebih lanjut mengenai kampung digital, ia mengatakan akan menggandeng komunitas agar semakin berkembang di Pontianak.

"Kita target sebanyak-banyaknya, jumlahnya tentu dari kesiapan, karena kita bekerjasama dengan komunitas-komunitas, dengan masyarakat yang ada di daerah tersebut yang aktif kita fasilitasi, dengan semakin besar, semakin banyak akan semakin baik. Disitu ada pelatihan, market place dan perekonomian akan semakin tumbuh," tutupnya.

Ditempat yang sama, Wagub Kalbar, Ria Norsan mengatakan jika transformasi digital merupakan fenomena yang tidak bisa dihindari. Siap tidak siap, kata Norsan, masyarakat dan seluruh elemen harus menyongsong tranformasi digital untuk dapat bersaing dan menyongsong persaingan global.

"Mau tidak mau, siap tidak siap kita harus mengikuti perkembangan teknologi, terutama masalah IT . Kita sekarang melihat, dengan adanya covid 19, masyarakat kita dituntut menggunakan IT dengan berbagai macam teknologi yang berkembang di masyarakat," ujarnya.

"Makan melalui online, ke pasar menggunakan online, belajar juga menggunakan daring. Jadi kita sebagai masyarakat jika tidak mau peduli teknologi dan IT kita akan ketinggalan," timpal dia.

Norsan pun berharap, dengan diluncurkannya Indonesia makin cakap digital masyarakat semakin melek dengan literasi digital. Lebih lanjut, Norsan tak memungkiri masih adanya blank spot di Kalbar. Untuk itu ia pun menegaskan akan menggandeng pihak swasta.

"Kita sudah minta ke perusahaan-perusahaan ataupun swasta untuk dapat memasang jaringan, jaringan semakin banyak maka kita akan semakin mudah mengakses karena ada sinyal," ujarnya.

"Kemudian kita juga minta kepada pemerintah di Kabupaten Kota menyiapkan workshop-workshop seperti Kota Pontianak, wifi gratis agar masyarakat bisa mengakses, apalagi sekarang ada cafe-cafe yang kecepatan internetnya juga tinggi. Kita harus menggandeng pihak swasta karena pihak swastalah yang cepat untuk melaksanakan tower-tower," tukas Norsan. (*)

(Update Informasi Seputar Kota Pontianak )

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved