Breaking News:

ASN Dilarang Mudik, Nambah Libur Akan Disanksi

Bupati Sintang, Jarot Winarno menegaskan ASN yang melanggar akan dikenakan sanksi, termasuk yang menambah waktu libur.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ketua Satgas Penanganan Covid 19 Kabupaten Sintang, Jarot Winarno. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Pemerintah kembali memberlakukan larangan mudik lebaran pada 2021. Hal itu dilakukan guna menekan penyebaran kasus Covid-19 di Indonesia.

Seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan keluarga bahkan dilarang bepergian ke luar daerah mulai 6-17 Mei 2021.

Ketentuan perihal larangan mudik bagi ASN tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) No. 8/2021 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian ke Luar Daerah dan/atau Mudik dan/atau Cuti Bagi Pegawai ASN dalam Masa Pandemi Covid-19.

Bupati Sintang, Jarot Winarno menegaskan ASN yang melanggar akan dikenakan sanksi, termasuk yang menambah waktu libur.

Baca juga: Tahun Kedua Hari Jadi Kota Sintang di Tengah Pandemi, Bupati Jarot: Semoga Jadi Kota yang Beradab

"Kan, kita cuma jalankan perintah dari pusat saja, ASN dilarang mudik kalau mudik ya kita sanksi, lah. Pokoknya sesuai peraturan yang ada, dari pusat meliputi seluruh indonesia, masuk akal atau tidak, itulah peraturanya, ASN dilarang mudik, termasuk yang nambah libur," tegas Jarot, Senin 10 Mei 2021.

Direktur RSUD Ade M Djoen Sintang, Rosa Trifina memastikan selama libur hari raya Idul Fitri, pelayanan rumah sakit tetap berjalan. Namun, tidak semua pelayanan buka.

"Pelayanan tetap diberikan. Hanya poli rawat jalan saja yang tutup sesuai tanggal libur," jelas Rosa. (*)

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved