Peringati Hari Thalasemia Windy Prihastari Ceritakan Perjuangannya Mendidik Sang Anak Hingga Mandiri

“Perlu dilakukan sosialisasi terus menerus, jadi ketika kita hidup berdamping dengan pasien Thalasemia kita mengetahui sedini mungkin, karena anak Tha

Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ketua Perhimpunan Orangtua Penderita Thalassemia Indonesia (POPTI) Kalbar, Windy Prihastari. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Hari Thalasemia Sedunia diperingati setiap tanggal 8 Mei. Peringatan ini untuk menghormati dan mendukung penyandang Talasemia.

Memperingati Hari Thalasemia, Ketua Perhimpunan Orangtua Penderita Thalassemia Indonesia (POPTI) Kalbar, Windy Prihastari mengucapkan terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak yang terus mensupport dan memberikan motivasi dan dorongan kepada anak-anak Thalasemia Kalbar.

“Mewakili POPTI Pusat saya juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Kalbar yang terus mensupport dan mendukung anak-anak Thalasemia Kalbar melalui Diskes Provinsi Kalbar yang telah menyerahkan bantuan mulai dari obat-obatan dan fasilitas lainnya”ujarnya saat diwawancarai, Sabtu 8 Mei 2021.

Berdasarkan data tahun 2020 sebanyak 213 penyandang Thalasemia di Kalbar. Tentu perlu adanya sosialisasi pencegahan dan pengobatan.

“Perlu dilakukan sosialisasi terus menerus, jadi ketika kita hidup berdamping dengan pasien Thalasemia kita mengetahui sedini mungkin, karena anak Thalasemia tumbuh kembangnya sama dengan anak normal,,”ujarnya.

Namun dijelaskannya Thalaesmia terdapat cacat dipembentukan sel darah merah ditubuh yang tidak seperti orang biasa yang mempunyai sel darah merah yang setiap 20 hari berganti.

Anak Thalasemia terhambat pada pembentukan sel darah merah secara genetika yang sudah cacat pembentukan sel darah merah. Sehingga harus dibantu memenuhi sel darah merah dengan melakukan transfusi atau donor darah rutin.

Baca juga: Terpilihnya Ketua DPP IKAPTK Provinsi Kalbar, Windy Prihastari Ucapkan Selamat Menjalankan Tugas

Sebagai Ketua POPTI Kalbar, Windy juga sebagai salah satu orang tua dimana putrinya yang bernama Denisa Assyifa terdiaknosa penyakit Thalasemia yang diketahui sejak berumur 3 tahun.

Namun hal tersebut tak membuat Windy patah semangat untuk terus mencari cara bagaimana menyembuhkan putrinya.

Windy menceritakan bagaimana ia berjuang untuk terus memberikan motivasi kepada anaknya dan penyandang Thalasemia di Kalbar untuk terus bangkit dan tetap semangat dalam menjalani kehidupan sehari- hari.

Windy mengatakan pada awalnya anaknya tidak langsung terdiagnosa Thalasemia. Pada umur 2-3 tahun baru diketahui, tapi baru transfusi rutin tiap bulan di usia 5 tahun.

“Sekarang Alhamdulillah anak saya sudah kelas XI SMA. Sudah bisa transfusi sendiri dan dia bawa kendaraan, karena dari awal saya ajarkan untuk mandiri,”ujar Widny.

Windy memberikan pengertian kepada putrinya bahwa tak selamanya ia bisa menemani sang putri tercinta untuk transfusi.

“Jadi dia harus mandiri dan Alhamdulliah anaknya mandiri bahkan dia katanya mau jadi dokter. Mudah-mudahan tercapai karena dari kecil dia suka sekali main dokter-dokteran,”ungkap Windy.

Ia menjelaskan sebelum terdiagnosa anaknya hanya mengalami demam. Windy mengira anaknya hanya mengalami DBD. Namun setelah diperiksa ada tiga diagnosa dokter yakni Thalasemia, Leukemia atau cacingan.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved