Dukung PPKM Skala Mikro, Cipayung bersama Mahasiswa Kalbar Minta Pemerintah Tegas Terapkan Kebijakan

Pihaknya juga meminta kepada Pemerintah agar maksimal dalam menerapkan kebijakan yang diambil. Sehingga diharapkannya bisa berjalan dengan baik.

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Gabungan organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung plus bersama perwakilan mahasiswa Kalimantan Barat membacakan mendukung adanya kebijakan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah terhadap Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gabungan organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung plus bersama perwakilan mahasiswa Kalimantan Barat mendukung adanya kebijakan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah terhadap Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro.

Dukungan tersebut disampaikan oleh masing-masing organisasi kemahasiswaan. Ketua DPD GMNI Kalbar, Ersandy Santoso mengungkapkan, bahwa dukungan tersebut dilakukan lantaran kebijakan yang diambil oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam rangka menekan angka penyebaran covid-19 yang mamang saat ini masih terjadi lonjakan, terkhusus di Kalimantan Barat.

"Mendukung program PPKM. Karena Bukan hanya untuk menekan angka penyeberan covid-19, tetapi juga untuk pemulihan ekonomi. Karena permasalahan yang dihadapi ada dua. Pertama adalah kesehatan dan kedua adalah ekonomi. Maka Pemerintah berupaya menerapkan PPKM berskala Mikro," ungkapnya, Sabtu 8 Mei 2021.

Pihaknya juga meminta kepada Pemerintah agar maksimal dalam menerapkan kebijakan yang diambil. Sehingga diharapkannya bisa berjalan dengan baik.

Hal yang senada juga disampaikan, oleh Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Cabang Pontianak, Endro Ronianus.

Ia mengapresiasi dengan adanya konferensi pers Cipayung bersama perwakilan mahasiswa Kalimantan Barat yang digelar di resto Cita Rasa, Kota Pontianak, Kalimantan Barat pada Jumat 7 Mei 2021 kemarin. Sebagaimana pada konferensi pers tersebut dihadiri oleh Ketua PKC PMII Kalbar Mu'ammar Kadafi, Ketua DPD GMNI Kalbar rsandy Santoso, Ketua DPC GMNI Pontianak Wandisius Pandi dan Ketua BEM STIE Pontianak Asnawi serta Perwakilan Mahasiswa FH UPB Erik Fabio. Kemudian hadir juga dari Perwakilan Mahasiswa STIDDAR Abdul Hamid dan Perwakilan Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Kalbar, Fahir.

Endro menerangkan, dari kacamata yang ia lihat, bahwa kondisi kasus covid-19 di Kalimantan Barat memang masih mengalami peningkatan.

Baca juga: Camat Bengkayang Sebut Posko PPKM Skala Mikro Pantau Pelintas di Kecamatan Bengkayang

Untuk itu, ia mengatakan diperlukan sinergi bersama semua elemen untuk mencegah penyebaran covid-19.

"Kita melihat kasus corona masih meningkat. Maka ini menjadi tugas kita bersama kita selaku mahasiswa mendorong kebijakan pemerintah menerapkan PPKM berskala Mikro dan kebijakan yang diambil oleh pemerintah saat ini sudah baik adanya," terangnya.

Kendati demikian, ia mengatakan, meskipun PPKM berskala Mikro diterapkan. Tentu pihaknya meminta agar pemerintah selaku pemangku kebijakan bisa tegas dalam penerapannya.

Ia menilai adanya kebijakan PPKM berskala Mikro tersebut merupakan salah satu upaya untuk menyatukan kekuatan bersama untuk mencegah penyebaran covid-19.

Bahkan tidak hanya itu, yang terpenting juga menurutnya adalah kesadaran masyarakat dalam mematuhinya.

"Ketika dalam pelaksaannya mohon ketegasannya dan konsisten terhadap kebijakan yang dibuat. Kemudian, kesadaran masyarakat sangat penting, jika kesadaran masyarakat tidak ada maka upaya yang dilakukan akan sia-sia," ujarnya.

Sementara itu, Ketua PKC PMII Kalbar, Mu'ammar Kadafi saat membacakan Rekomendasi bersama Cipayung mengungkapkan beberapa hal. Diantaranya Cipayung bersama perwakilan mahasiswa Kalimantan Barat meminta agar pemerintah tegas dalam menerapkan kebijakan yang diambil.

"Pertama kita meminta kepada pemerintah untuk serius dan tegas dalam melaksanakan Kebijakan PPKM Mikro sebagai upaya menekan penyebaran Covid 19 dan upaya pemulihan ekonomi nasional. Kemudian kedua, kita meminta pemerintah untuk memperhatikan nasib berbagai pihak yang terdampak akibat kebijakan larangan mudik," pungkasnya.

Pihaknya, juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama berperan aktif dalam penanganan Covid 19 dengan mentaati protokol kesehatan. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved