Ramadhan 2021

Surat Al-Qadr dan Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Artikel ini memuat teks arab, latin dan terjemahan Surat Al Qadr yang bisa dibaca saat sholat wajib lima waktu, sholat tarawih atau sholat sunnah lain

Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Jimmi Abraham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
Ilustrasi Malam Lailatul Qadar 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Artikel ini memuat teks arab, latin dan terjemahan Surat Al Qadr yang bisa dibaca saat sholat wajib lima waktu, sholat tarawih atau sholat sunnah lainnya di bulan Ramadhan.

Terlebih di 10 malam terakhir Ramadhan 2021, Umat Islam menyambut Lailatul Qadar yakni malam yang lebih baik dari malam seribu bulan.

Surah Al-Qadr (bahasa Arab : الْقَدْرِ) adalah surah ke-97 dalam al-Qur'an yang terdiri atas 5 ayat dan termasuk golongan Makkiyah.

Surah ini diturunkan setelah surah 'Abasa dan dinamai al-Qadr (Kemuliaan) yang diambil dari kata al-Qadr yang terdapat pada ayat pertama surah ini.

Baca juga: Cara Mendapatkan Malam Lailatul Qadar bagi Wanita Haid di 10 Hari Terakhir Ramadhan

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

“Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang”

1.

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

innā anzalnāhu fī lailatil-qadr

Artinya : Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam qadar.

2.

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ

wa mā adrāka mā lailatul-qadr

Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?

3.

لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ

lailatul-qadri khairum min alfi syahr

Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.

4.

تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ

tanazzalul-malā`ikatu war-rụḥu fīhā bi`iżni rabbihim, ming kulli amr

Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.

5.

سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

salāmun hiya ḥattā maṭla'il-fajr

Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.

Ilustrasi membaca AlQuran.
Ilustrasi membaca AlQuran. (KOMPAS.com/Daspriani Y Zamzami)

Asbabun Nuzul Surah Al-Qadr

Dikutip Tribunpontianak.co.id dari berbagai sumber, dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Rasulullah saw. pernah menyebut-nyebut seorang Bani Israil yang berjuang fisabilillah menggunakan senjatanya selama seribu bulan terus menerus.

Kaum muslimin mengagumi perjuangan orang tersebut.

Maka Allah menurunkan ayat ini (QS. Al Qadr: 1-3) yang menegaskan bahwa satu malam lailatul qadr lebih baik daripada perjuangan Bani Israil selama seribu bulan itu. (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Al Wahidi).

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa di kalangan Bani Israil terdapat seorang laki-laki yang suka beribadah malam hari hingga pagi dan berjuang memerangi musuh pada siang harinya.

Perbuatan itu dilakukannya selama seribu bulan.

Maka Allah menurunkan ayat ini (QS. Al Qadr : 1-3) yang menegaskan bahwa satu malam lailatul qadr lebih baik daripada amal seribu bulan yang dilakukan oleh seorang laki-laki dari Bani Israil tersebut. (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir).

Para sahabat kagum dan iri karena lelaki Bani Israel tersebut selama 1.000 bulan (83 tahun 4 bulan) selalu beribadah dan berjihad kepada Allah karena sejak lahir dia sudah berada di atas agama yang lurus.

Sedang para sahabat karena ajaran Islam baru disyiarkan Nabi, banyak yang masuk Islam pada umur 40 tahun atau lebih.

Sehingga, sisa waktu mereka hanya 20-30 tahun saja. Tak bisa menandingi ibadah lelaki dari Bani Israel tersebut.

Karena itulah turun ayat di atas. Jika ummat islam beribadah pada malam tersebut, niscaya pahalanya sama dengan pahala 1000 bulan.

Karena itu perbanyaklah shalat, dzikir, doa, membaca Al Qur’an, bersedekah, dan berjihad di jalan Allah pada malam Lailatul Qadar.

KEUTAMAAN MALAM LAILATUL QADAR

Mari persiapkan diri kita agar bisa meraih malam Lailatul Qadar, terutama pada 10 malam terakhir Ramadhan nanti.

Ada banyak keutamaan dan serangkaian peristiwa penting terjadi pada bulan Ramadhan.

Salah satunya yang istimewa itu adalah adanya malam Lailatul Qadar.

Dikutip dari Tribunnews, menurut Quraish Shihab, di malam Lailatul Qadar Allah SWT menetapkan ketentuan-ketentuan untuk umat manusia.

Selain itu masih banyak keutamaan dan kemuliaan Lailatul Qadar.

Berikut ini 7 keutamaan malam Lailatul Qadar, dikutip dari rumaysho.com.

1. Malam 1000 bulan

Di antara keutamaan malam Lailatul Qadar adalah ganjarannya.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al Qadar : 3.

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

"Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan." (QS. Al Qadar: 3).

Menurut An Nakho’i mengatakan amalan di Lailatul Qadar lebih baik dari amalan di 1000 bulan."

Adapun menurut Mujahid, Qotadah dan ulama lainnya berpendapat bahwa yang dimaksud dengan lebih baik dari seribu bulan adalah shalat dan amalan pada lailatul qadar lebih baik dari shalat dan puasa di 1000 bulan yang tidak terdapat lailatul qadar.

2. Lailatul Qadar Malam Penuh Keberkahan

Di antara malam di bulan suci Ramadhan, adanya malam yang penuh keberkahan adalah malam lailatul qadar.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Quran Surat Ad Dukhon : 3.

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

"Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan." (QS. Ad Dukhon: 3).

Malam penuh berkah ini adalah malam lailatul qadar.

Dari dalil ini artinya sudah menunjukkan keistimewaan dan keutamaan malam lailatul qadar.

3. Malaikat Jibril Turun

ilustrasi malaikat (islami.co)
ilustrasi malaikat (islami.co) ()

Keutamaan lainnya di malam lailatul qadar yakni turunnya malaikat-malaikat termasuk Malaikat Jibril.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Quran Surat Al Qadar: 4.

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا

"Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril." (QS. Al Qadar: 4).

Dalam ayat di atas Malaikat Jibril disebut 'Ar Ruuh' artinya dispesialkan menunjukkan kemuliaan dan keutamaan.

Turunnya malaikat pada malam lailatul qadar artinya bahwa banyaknya keberkahan pada malam tersebut.

Turunnya para malaikat termasuk Malaikat Jibril menandakan turunnya berkah dan rahmat Allah SWT.

Malaikat akan turun dan melihat mukminin yang membacakan Al Quran.

Kemudian para malaikat pun akan mengitari orang-orang yang berada dalam majelis dzikir dan ilmu.

Para malaikat akan meletakkan sayap-sayap mereka pada penuntut ilmu. (Tafsir Al Quran Surat Al ‘Azhim, 14: 407)

4. Turunnya Al Quran

Kemuliaan lainnya pada malam-malam lailatul qadar inilah pula Al Quran diturunkan.

Hal ini sebagaimana dikutip dari hadis Ibnu Abbas.

"Allah menurunkan Al Qur’an secara utuh sekaligus dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah yang ada di langit dunia.

Kemudian Allah menurunkan Al Qur’an kepada Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- tersebut secara terpisah sesuai dengan kejadian-kejadian yang terjadi selama 23 tahun." (Tafsir Al Quran Al Azhim, 14: 403).

5. Selamat dari Siksa Neraka

Pada malam lailatul Qadar, Allah SWT menetapkan ketentuan umat manusia.

Sebelum itu Allah juga melihat bagaimana orang-orang yang taat beribadah.

Sebagaimana firman Alla SWT dalam Al Quran Surat Al Qadr: 5.

سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْر

"Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." (QS. Al Qadr: 5).

Menurut Mujahid tafsir Al Quran Al ‘Azhim, 14: 407, dijelaskan pada malam yang penuh berkah juga berarti penuh keselamatan.

Banyaknya orang-orang yang menjalankan ibadah dan amalan sehingga selamat dari hukumand dan siksaan.

6. Malam Dicatatkan Takdir Tahunan

Allah SWT berfirman dalam Al Quran Surat Ad Dukhon: 4)

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

"Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah." (QS. Ad Dukhan: 4).

Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya (12: 334-335) menerangkan bahwa pada Lailatul Qadar akan dirinci di Lauhul Mahfuzh mengenai penulisan takdir dalam setahun.

Artinya juga dicatat ketentuan-ketentuan seperti ajal, rizki dan amalan segala sesuatu.

7. Malam Pengampunan

Ilustrasi Berdoa
Ilustrasi Berdoa (Tribunwow)

Pada malam lailatul qadar inilah pula dosa setiap orang yang menghidupkan malam tersebut akan diampuni oleh Allah SWT.

Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

" (HR. Bukhari no. 1901)

Sebagian Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul 7 Keutamaan Lailatul Qadar Amalan Lebih baik dari Malam Seribu Bulan, Jibril Turun Petanda Kemuliaan

(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved