Breaking News:

Ramadan 2021

Melawan Pandemi Covid-19 di Tengah Ramadan

Oleh karena itu, upaya yang sangat maksimalkan dilakukan oleh rakyat Indonesia adalah dengan kembali menyadarkan pola hidup bersih dan membuat hati se

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Heriansyah, S.Pd.I staf Biro IAIN Pontianak. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Berbagai upaya terus dilakukan anak bangsa ini untuk melawan lajunya penularan Covid-19. Mulai dari 3M (Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan) hingga sampai kepada pembatasan akivitas pendidikan dengan tatap muka.

Karena memang, virus Covid-19 atau corona ini bisa menyerang orang-orang yang dalam dirinya banyak ketakutan dari berbagai hal. Sehingga sangat penting upaya memberikan pendidikan atau reinforcement terhadap pencegahan dan penularan wabah. Tanpa terkecuali ramadhan kali ini.

Oleh karena itu, upaya yang sangat maksimalkan dilakukan oleh rakyat Indonesia adalah dengan kembali menyadarkan pola hidup bersih dan membuat hati senantiasa bahagia dari tiap individu.

Bulan Ramadan disebut juga dengan bulan tarbiyah atau pendidikan, tentu juga bisa kita “alihkan” ke pendidikan umum sisi lainnya. Bangkit bersama melawan Covid-19 ini dari sektor pendidikan dapat dilakukan dengan tiga hal.

Pertama, memberikan wawasan kepada para pendidik dan peserta didik maupun orang tua. Wawasan dimaksud bahwa menjaga kehidupan umat manusia adalah hal pertama dan utama untuk didahulukan. Sehingga pilihan melaksanakan pembelajaran ada ditangan para orang tua maupun pendidik.

Baca juga: Hukum Tahajud dan Bacaan Doa Setelah Tahajud Lengkap Niat Puasa Ramadhan, Syah Jika Lupa Niat ?

Jika memungkinkan untuk tatap muka atau luar jaringan (luring) maka hal ini bisa dilaksanakan. Namun, jika kondisi mengkhawatirkan maka pilihannya adalah dalam jaringan (daring) atau online.
Dari kedua atau salah satu dari putusan ini, semua elemen harus berkerja keras tetap memberikan yang terbaik.

Misalnya, Orangtua yang memilih untuk tetap muka (luring) juga harus sering memberikan “perhatian” baik itu berupa semangat ke para pendidik maupun nutrisi kesehatan untuk anak mereka, karena dikhawatirkan kondisi seringnya berinteraksi dengan teman sejawat adalah jalan penularan yang massif.

Sedangkan Orangtua yang memilih daring, juga menuntut orangtua dan pendidik harus terus melakukan evaluasi mendalam atas ketercapaian pemahaman yang diperoleh peserta didik. Karena banyak ditemukan dilapangan peserta didik tidak paham materi melalui luring, karena dominan diikuti orangtua atau tidak dalam pantauan orangtua. Sehingga tidak menutup kemungkinan soal yang diberikan oleh pendidik dikerjakan orangtua secara utuh.

Karena pendidikan tetap harus berlangsung, maka tugas kita adalah membersamai mereka dalam proses pendidikan. Memberlangsungkan pendidikan bisa diselingin dengan memberikan materi pencegahan akan penularannya virus corona ini, karena boleh jadi banyak masyarakat kita belum tahu bahaya dan cara penularan virus ini.

Kedua, Mengajak masyarakat untuk mencegah penularannya. Masyarakat sebagai bagian dari negara ini juga harus andil dalam membangkitkan semangat melawan Covid-19. Misalnya, setiap masyarakat memastikan mereka menggunakan masker saat keluar rumah.

Baca juga: Ramadan dan Bangun Jaring Pengaman Sosial Mandiri Atasi Krisis Pandemi

Halaman
12
Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved