Breaking News:

Kebakaran Rumah di Sukadana, Kepala BPBD Ungkap Alasan Pihaknya Terlambat Tiba di Lokasi

Noorhabib mengatakan, saat kebakaran terjadi sebagian besar personel BPBD sedang salat tarawih.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Satu unit rumah di Desa Harapan Mulia, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara nyaris ludes dilahap api, Senin 3 Mei 2021 malam. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Kepala BPBD Kayong Utara, Noorhabib memberi penjelasan soal adanya keluhan keterlambatan pihaknya tiba di lokasi kebakaran satu unit rumah di Desa Harapan Mulia, Kecamatan Sukadana, Senin 3 Mei 2021 malam.

Noorhabib mengatakan, saat kebakaran terjadi sebagian besar personel BPBD sedang salat tarawih.

"Cuma memang tadi itu masalahnya maka agak terlambat datangnya karena sebagian besar petugasnya itu salat tarawih," jelas Noorhabib.

Meski begitu, Noorhabib mengatakan pihaknya menurunkan seluruh personel untuk memadamkan kebakaran yang nyaris menghanguskan seluruh bangunan rumah dua lantai tersebut.

Baca juga: BREAKING NEWS Satu Unit Rumah di Sukadan Nyaris Ludes Dilahap Api

Sementara armada pemadam yang diturunkan diakuinya sebanyak tiga unit.

Selain itu, ada pula bantuan armada serta tenaga dari Dinas SP3APMD, Manggala Agni, dan mobil water cannon milik Polres Kayong Utara.

"Anggota turun penuh. Anggota kami yang ada 16 sebenarnya, satu orang sakit. Jadi 15 yang turun," kata Noorhabib.

Ia menerangkan pemadaman kebakaran satu unit rumah di Desa Harapan Mulia, Kecamatan Sukadana, sempat mengalami kendala Hal ini, kata Noorhabib, lantaran rumah tersebut terdiri dari dua lantai.

"Jadikan api itu di plafon atas. Jadi untuk nembakkan air kesana itu jadi satu kendala tersendiri. Harus menjebolkan plafon," kata Noorhabib.

Menurut Noorhabib, kesulitan ini juga diperparah oleh keterbatasan peralatan yang mereka miliki, seperti tangga dan lampu sorot.

Meski api telah berhasil dipadamkan oleh petugas BPBD dibantu aparat TNI-Polri dan warga, Noorhabib mengaku belum dapat memastikan separah apa kebakaran yang melahap rumah tersebut.

Yang pasti, sebagian besar kebakaran terjadi di bagian dalam rumah.

"Saya belum berani memastikan berapa persen rumahnya (yang terbakar)," ujar Noorhabib. (*)
 

Penulis: Adelbertus Cahyono
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved