Breaking News:

DPRD Gelar Hearing, Agendakan Pembahasan Dugaan Pencemaran Sungai

Maka dengan demikian kata dia, dirinya berharap agar dengan adanya Hearing ini bisa mencari solusi dari permasalahan yang ada.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Wawan
Pelaksanaan rapat dengar pendapat (RDP) atau Hearing dengan agenda untuk pembahasan dugaan pencemaran lingkungan dan daerah aliran Sungai Sejangkung, oleh perusahaan sawit. (one) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sambas menggelar rapat dengar pendapat (RDP) atau Hearing dengan agenda untuk pembahasan dugaan pencemaran Sungai Sejangkung, oleh dua perusahaan kelapa sawit yang ada di Kabupaten Sambas.

Dimana dampak dari pencemaran tersebut, sudah menyebabkan daerah aliran sungai Sambas Besar tercemar tumpahan minyak sawit dan limbah perusahaan kelapa sawit.

Pada Hearing kali ini, di pimpin oleh Wakil Ketua DPRD Ferdinan Syolihin, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sambas, Lerry Kurniawan Figo dan Ketua Komisi II Ahmad Hapsak Setiawan. Selain itu juga di hadiri oleh Kepala Desa di Kecamatan Sejangkung, masyarakat dan pihak perusahaan dari PT Agro Nusa Investama (ANI) dan PT Wirata Daya Bangun Persada.

Pada kesempatan itu, Kepala Desa Semanga Kecamatan Sejangkung, Mujian Siswantoro mengatakan permohonan Hearing bersama DPRD dilakukan menyikapi permasalahan limbah pabrik kelapa dari PT ANI yang merembes hingga ke aliran sungai di wilayah desa Semanga.

Baca juga: Bupati Sambas Doakan Ibunda Hj Hairiah

"Kami tidak mendapatkan kejelasan siapa yang harus bertanggung jawab atas limbah pabrik PT ANI yang menyebabkan pencemaran di wilayah desa kami, dasar ini yang kami minta kejelasan terkait bocornya pipa dari PT ANI," ujar Mujian, Senin 3 Mei 2021, di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Sambas.

Maka dengan demikian kata dia, dirinya berharap agar dengan adanya Hearing ini bisa mencari solusi dari permasalahan yang ada.

"Melalui Hearing ini diharapkan didapatkan kejelasan dan pertanggungjawaban oleh pihak perusahaan, kepada masyarakat yang dirugikan," tutupnya. (*)

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved