Breaking News:

Ramadan 2021

Ramadan dan Keseimbangan Hidup

Puasa pada hakikatnya bertujuan untuk menekan atau mengurangi kebutuhan jasmani yang selama 11 bulan mengambil porsi lebih banyak dari segala aspek, l

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Muhammad Rahimi staf pengelola keuangan IAIN Pontianak. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Berdasarkan fakta dan analisa, ada pola hidup dalam bulan ramadan jika diterapkan diluar ramadan akan memberikan manfaat yang sangat besar. Manusia pada hakikatnya tercipta dari satu kesatuan yang utuh yaitu rohani dan jasmani. Maka, kedua unsur tersebut harus seimbang dalam menjalani kehidupan di dunia karena jika tidak atau ada yang dominan, maka akan pincang dalam menjalani kehidupan ini.

Dalam realitasnya sering seorang manusia tidak memiliki keseimbangan dalam memberikan kebutuhan rohani dan jasmaninya. Hal ini dapat kita lihat dan hitung-hitung sendiri, mulai dari waktu, berapa waktu yang kita gunakan untuk kebutuhan jasmani, berapa banyak materi yang kita keluarkan untuk jasmani, uang seperti: rumah baju sepatu mobil HP, jam, makan, pesta, minyak rambut, dll.

Kemudian hitung-hitung waktu dan materi yang dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan rohani kita. Jika hal ini terjadi maka jangan heran kalau dalam menjalani kehidupan ini terjadi ketimpangan.

Puasa pada hakikatnya bertujuan untuk menekan atau mengurangi kebutuhan jasmani yang selama 11 bulan mengambil porsi lebih banyak dari segala aspek, lalu kemudian sedikit memberikan kebutuhan rohani.

Coba kita rasakan, kalu ada imam bacaannya panjang maka timbul dalam hati kenapa panjang sekali bacaannya imam, padahal hanya lebih 1-2 menit dari biasanya, mendengar ceramah lebih lima menit sudah gelisah, batuk-batuk dan sebagainya tetapi kalau nonton, makan-makan, bermain apa saja sampai berjam-jam tidak merasa lama.

Baca juga: Rizki Waldan: Matinya Keakuan

Ini adalah salah satu bukti ketidak seimbangan antara pemenuhan rohani dan jasmani. Oleh karena itu, yang dimaksud keseimbangan hidup dalam bulan ramadan adalah jika diterapkan di luar Ramadan keseimbangan antara jasmani dan rohani, maka akan terjadi keseimbangan dalam mengendalikan diri.

Hal ini dapat kita latih dengan diantaranya,
Pertama: jika pada bulan Ramadan dilakukan puasa, maka diluar Ramadan juga dilakukan puasa yaitu puasa Sunnah. Puasa diluar Ramadan telah digambarkan oleh Allah dengan berpuasa Sunnah pada hari senin dan kamis, dengan melakukan puasa rohani juga mendapat makanan diluar ramadan sehingga jasmani juga tetap terkontrol dari segi makanan.

Perlu diketahui bahwa salah satu pekerjaan yang menyita waktu yang cukup banyak dan tidak terlepas dari pikiran adalah makan. Dengan demikian tujuan puasa sebagai pengendalian diri dapat terwujud.

Kedua: jika dalam bulan Ramadan dilaksanakan shalat tarawih maka diluar ramadan dipersiapkan sahalat Sunnah yang tidak kalah pahalanya jika dilakasanakan yaitu shalat sunnah tahajjut ”Wa minal laili fatahajjad bihi naafilatan laka `asaa an yab`atsaka rabbuka maqaaman mahmuudan” (QS : Al-Isro’ : 79)” Artinya: Dan pada sebagian malam, sembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.

Ketiga: jika dalam bulan Ramadan ada infaq atau zakat, maka di luar Ramadan juga ada sedeqah, sehingga diri dan harta tetap mendapat kesucian dan mendapat berkah dari Allah.

Keempat: jika dalam bulan Ramadan dianjurkan atau banyak membaca al-Qur’an maka diluar Ramadan juga dapat membaca al-Qur’an setelah salat subuh atau memilih waktu yang tepat untuk membaca al-Qur’an dengan penghayatan walaupun sebentar yang penting tidak meninggalkan.

Semoga bisa mendapat ilmunya dan berkahnya. Karena ada orang dapat ilmunya tapi tidak mendapat berkahnya. Kalau islam tidak akrab dengan al-Qur’an bagaimana mungkin ia melaksanakannya dengan baik, apalagi membacanya saja tidak tahu. Oleh karenanya yang tidak tahu wajib belajar tanpa mengenal umur dan malu. Kalau sekarang malu sama orang tapi nanti akan malu kepada Allah.

Jika sudah demikian kita memberikan keseimbangan makanan atau kebutuhan rohani dan jasmani kita maka dalam kehidupan kita ini terjadi keseimbangan antara kebutuhan rohani dan jasmani sehingga tidak lagi pincang. Olehnya itu marilah pola hidup seimbang dalam bulan Ramadan kita terapkan di luar Ramadan semoga selalu mendapat rahmat dan Inayah nya. (*)

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved