Breaking News:

Ramadan 2021

Al Quran Diturunkan Pada Malam Lailatul Qadar

Diungkapkan Ustaz Nasrulloh, ketika seseorang yang melakukan amalan bertepatan dengan malam lailatul qadar itu lebih baik daripada seribu bulan, amala

TRIBUN PONTIANAK / ANESH VIDUKA
Al Quran tulisan tangan, Satu di antara koleksi museum Kalbar yang ditampilkan di ruang budaya, Museum Kalbar Jl Jend A Yani, Pontianak. Dibgaian ini juga terdapat naskah-naskah kuno lainnya seperti surat nasehat, naskah ilmu hisab dan surat emas dari kerajaan Pontianak. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pimpinan Yayasan Darul Ihsan, Ustaz Nasrulloh, Lc mengungkapkan jika Alquran diturunkan pada malam lailatul qadar.

Maka dari itulah, kata Pengurus Masjid Az Zakiyyah ini malam lailatul qadar merupakan malam kemuliaan.

"Malam lailatul qadar itu malam kemuliaan, juga disebutkan Allah dalam Alquran dalam surat Al Qadr," katanya, Senin 26 April 2021.

"Sesungguhnya kami menurunkan Alquran pada malam lailatul qadar. Dan apakah yang dinamakan malam lailatul qadar itu, adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan yang diturunkan para malaikat dan malaikat jibril dengan izin rabbnya menyelesaikan segala urusan perkara. Dan juga keselamatan pada malam lailatul qadar itu sampai waktu fajar," paparnya.

Diungkapkan Ustaz Nasrulloh, ketika seseorang yang melakukan amalan bertepatan dengan malam lailatul qadar itu lebih baik daripada seribu bulan, amalan apapun.

Maka dianjurkan menghidupkan malam-malam, ketika malam lailatul qadar. Juga disebutkan didalam hadits Bukhari, dia (lailatul qadar) ada pada 10 hari ramadan, dan juga dimalam-malam ganjil ketika 10 terakhir ramadan.

Baca juga: Ustaz Abu Abdillah Amir: Al Quran Adalah Kalamullah

Oleh sebab itu, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam beriktikaf di 10 terakhir bulan ramadan salah satunya untuk mendapatkan keutamaan malam lailatul qadar

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam menyebutkan dalam suatu riwayat, disebutkan 10 malam terakhir Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam mengencangkan ikat pinggangnya.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam beriktikaf, tidak menggauli istri-istrinya, karena juga didalam Alquran, dalam keadaan iktikaf juga dilarang untuk melakukan hubungan walaupun malam harinya karena Allah berfirman yang artinya janganlah kalian itu menggauli istri-istrinya, sedangkan kalian dalam keadaan beriktikaf dimasjid-masjid.

"Memang ada disebutkan dalam hadits, yang artinya barang siapa yang melakukan salat malam, juga menghidupkan malam-malam pada malam lailatul qadar, didasari iman, dan mengharap pahala dari Allah SWT, dosa-dosa yang lalu dihapus oleh Allah Subhana Wa Ta’ala," katanya. (*)

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved