Razia Penindakan Prokes 9 Warung Kopi di Sintang, Satgas Temukan 6 Orang Positif Corona Swab Antigen

Razia gabungan dalam menindaklanjuti pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro ini, menyasar sembilan warung kopi. Total ada 199

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sintang, kembali melakukan razia gabungan penindakan penerapan protokol kesehatan ke sejumlah pengunjung warung kopi di sekitaran kota sintang, pada Sabtu malam. Total ada 199 orang yang diswab antigen di tempat. Hasilnya, ditemukan 6 orang positif corona. Mereka yang positif langsung dibawa ke rusun untuk diisolasi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG - Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sintang, kembali melakukan razia gabungan penindakan penerapan protokol kesehatan ke sejumlah pengunjung warung kopi di sekitaran kota sintang, pada Sabtu malam. 

Razia gabungan dalam menindaklanjuti pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro ini, menyasar sembilan warung kopi. Total ada 199 orang yang diswab antigen di tempat. Hasilnya, ditemukan 6 orang positif corona. 

“Ada 6 orang kita swab antigen positif. Semua langsung kita angkut ke rusun,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh, Minggu 25 April 2021. 

Baca juga: Jarot Winarno Tegaskan Sintang Punya Satgas yang Selalu Waspada Tangani Penyebaran COVID 19

Tim gabungan penindakan prokes dibagi tiga. Tim kabupaten dibagi dua. Ada yang dipimpin oleh Kepala BPBD Bernard Saragih, Dandepom XII/1 Sintang, Mayor Cpm Randy Pradono Sugito dan tim Satgas Kecamatan dipimpin Siti Musrikah. 

Tim gabungan menyasar sejumlah warung kopi di jalan kelam, YC Oevang Oray, Lintas Melawi, hingga MT. Haryono. Total ada 9 warung kopi yang dirazia. Tempat hiburan malam pun disasar satgas. Namun, tim tak menemukan satu pun pengunjung. 

“Ada satu cafe pintunya ditutup, kita gedor, di dalam rupanya ada 43 orang sembuyi, ditemukan satu positif. Ini kita imbau generasi muda kalau mereka tidak memikirkan diri sendiri, pikirkan orangtua di rumah, pikirkan tetangga yang sudah tua," ujarnya.

"Kayaknya kalau diimbau supaya tidak nongkrong, ini masih nongkrong.  Saya rasa kegiatan razia sebaiknya kita lakukan lebih sering, lah, mungkin bukan cuma pada malam hari, kalau bisa siang dan sore hari kita lakukan,” tegas Sinto. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved