Komunitas Lapak Baca Marai Melawi Hidupkan Literasi Membaca Masyarakat
Pemilihan waktu tersebut berangkat dari alasan ingin menghadirkan sesuatu yang mungkin bisa merefreshkan pikiran masyarakat dari hiruk- pikuk Pilkada
Penulis: Anggita Putri | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Lapak Baca Marai telah berdiri sejak 10 Desember 2020. Tepat, 1 hari pasca Pilkada di Kabuaten Melawi, Provinsi Kalbar.
Pemilihan waktu tersebut berangkat dari alasan ingin menghadirkan sesuatu yang mungkin bisa merefreshkan pikiran masyarakat dari hiruk- pikuk Pilkada saat itu.
Lapak Baca Marai Melawi di Ketuai oleh Dwi Suprihadi yang sampai saat ini sudah beranggotakan enam orang untuk kepengurusan komunitas baca gratis tersebut.
Dwi menjelaskan kenapa memilih nama Lapak Baca “Marai” yang dimana Marai sendiri merupakan akronim dari Mata Arai yang berarti Mata Air.
Baca juga: 30 Tahun Abdikan Diri Sebagai Pendidik, Dra Hj Sih Parmawati Inspirasi Sosok Kartini Masa Kini
Nama tersebut terselip harapan bahwa lapak baca ini bisa menjadi sumber pengetahuan bagi masyarakat Kabupaten Melawi.
“Lokasi kami membuka lapak baca “Marai biasanya berada di Bundaran Naruto dan jika tidak ada halangan seperti cuaca hujan kami melapak setiap hari mulain pukul 16.00 sampai jam 17.30 WIB,”ujar Dwi kepada Tribun Pontianak, Sabtu 24 April 2021.
Ia menjelaskan saat ini buku-buku yang ada hanya bisa diakses untuk dibaca di lokasi lapak. Jadi, tidak ada layanan pinjam karena buku²m-buku yang tersedia adalah milik pribadi dengan jumlahnya yang masih terbatas.
“Sejauh ini, kami melihat antusias masyarakat masih kurang. Sebab, hampir setiap sore di Bundaran Naruto Melawi itu ramai sekali orang yang datang, Tapi, m masih sangat minim orang yang berkenan singgah meskipun hanya melihat buku, apalagi ingin membaca,”ujarnya.
Namun walaupun demikian adanya Lapak Buku Marai ini sebagai upaya literasi untuk masyarakat supaya lebih gemar membaca
Kedepan kata Dwi, Komunitas Buku ingin bekerjasama dengan pemerintah. Namun diakuinya sejauh ini belum ada tanggapan dari sisi pemerintah.
“Untuk dinas terkait, saat ini kami sudah mulai membangun relasi. Maka dari itu, di kegiatan KURASI (Diskusi Kolaborasi) hari minggu mendatang, kami juga mengundang perwakilan dari dinas terkait untuk berdiskusi,”paparnya.
Lanjutnya menjelaskan yang mendasari lapak baca ini hadir adalah untuk memberikan dan memudahkan akses buku bacaan kepada masyarakat.
“Sebab, saya menyadari bahwa di Melawi sangat sulit untuk mengakses buku bacaan. Apalagi saat ini, Pusda sudah tidak memiliki persediaan buku akibat kebakaran kantor waktu itu,”ujarnya.
Tujuan lainnya adalah sebagai stimulus untuk meningkatkan gairah baca masyarakat. Gairah tersebut lah yang diharapkan agar masyarakat tertarik terhadap bacaan yang berkualitas.
“Komunitas ini merupakan salah satu wujud gerakan literasi kerakyatan. Sebagai visi kami ingin sekai Mewujudkan masyarakat melek literasi dan menjadi wadah belajar masyarakat,”ujarnya.
Komunitas Lapak Baca Marai juga mempunyai misi untuk Menghadirkan buku bacaan yang layak bagi masyarakat, khususnya anak-anak. Lalu ingin membangkitkan gairah literasi masyarakat dengan kegiatan-kegiatan keliterasian.
Adapun program dari Lapak Baca Marai yakni Melapak buku, Kurasi (Diskusi Kolaborasi) yang akan berlangsung hari minggu besok, hasil kolaborasi dengan Warkop Literasi.
“Saat ini kita baru ada 3 program. Kami juga berkeinginan bisa berkunjung ke desa-desa dan menginginkan desa menjadi pioneer membumikan literasi, khususnya membaca dan bercerita,”ujarnya.
Dei mengatakan ada awal tahun kemarin, Lapak Baca Marai sudah mengikuti pitch deck di acara Sustainability Management Awards 2021 sebagai perwakilan komunitas sosial. Meskipun belum beruntung untuk menang, setidaknya sudah berani tampil dengan program yang telah dijalankan sampai saat ini.
“Kedepan kami akan mengajak dinas terkait untuk berkolaborasi untuk merealisasikan membentuk ekosistem literasi,”ucapnya.
Melapak buku bacaan gratis menjadi program unggulan saat ini untuk masyarakat. Selain it juga dihadirkan pula buku mewarnai yang bisa diberdayakan anak-anak untuk belajar mewarnai. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ee-676.jpg)