Breaking News:

PPKM Mulai Belaku, Pemkot Pontianak Mulai Batasi Aktivitas Masyarakat Serta Tutup Operasional Taman

Menurut Edi, kunci dari PPKM adalah tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan tidak melakukan kerumunan.

TRIBUNPONTIANAK/MUHAMMAD ROKIB
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, bahwa pihaknya sudah mulai memberlakukan pembatasan aktivitas masyarakat.

Sebagaimana, Kalimantan Barat sudah ditetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

Untuk itu, di wilayah Kota Pontianak dikatakannya juga sudah mulai dilakukan pembatasan aktivitas masyarakat.

Menurut Edi, kunci dari PPKM adalah tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan tidak melakukan kerumunan.

Baca juga: Apa Itu PPKM dan Sampai Kapan Akan Diberlakukan PPKM di Kalbar

"Kuncinya PPKM ini adalah bagaimana masyarakat tidak berkerumum disuatu tempat dengan waktu yang lama bersama sehingga bisa menambah ketertularan atau peningkatan jumlah terpapar. Ini yang harus kita jaga Kota Pontianak sekarang zona Kuning, sudah nyaman, jangan sampai ada kluster baru yang membesar," kata Edi Rusdi Kamtono, Kamis 22 April 2021.

Edi mengatakan, bahwa sekarang sudah mulai ada peningkatan kemabli kasus covid-19 yang diakibatkan adanya aktivitas masyarakat, selain mobilitas masyarakat yang tinggi, namun juga berkumpul.

Seperti dikatakannya, di promenade Waterfront Pontianak yang jika pada malam Sabtu-Minggu pengunjungnya hingga ribuan, bukan hanya masyarakat kota Pontianak, namun juga masyarakat dari luar kota Pontianak yang belum diketahui stril atau tidak dari covid-19.

"Jadi harus dilakukan pembatasan- pembatasan untuk sementara ini. Apalagi ibadah berjamaah, terus mudik juga dilarang terutama ASN. Supaya Pontianak, Kalbar dsn Indonesia tidak terjadi lonjakan yang drastis," ungkapnya.

Pembatasan itu dilakukan hingga penutupan taman yang ada di Kota Pontianak, baik Taman sepeda, taman catur, taman digulis dan alun Kapuas serta yang lainnya yang dipandang rentan terjadi kerumunan.

"Penutupan akan dilakukan sampai kondisi penularan Covid-19 landai," katanya.

"Kita akan lakukan penutupan beberapa taman sudah dilakukan untuk dibatasi jumlahnya, terutama warung kopi di kota Pontianak diahrapakan bisa menahan diri kalau sudah ramai, sudah penuh jangan masuk, jangan ditambah lagi menjadi padat. Kurangi jumlah kursi dan mejanya supaya ada jarak," ujarnya.

Tidak hanya itu, Edi menerangkan bahwa buka puasa bersama dan open house, termasuk halal bihalal juga ditiadakan. Hal itu untuk mencegah agar tidak teejadi kerumunan.

"Kita himbau kepada para pelaku usaha untuk membatasi tidak berkerumun dan tetap menerapkan protokol kesehatan," ujarnya. (*)

Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved