Sosialisasi STBM, WVI Libatkan Tokoh Agama di Sekadau

Dalam upaya pemenuhan itulah dilakukan sosialisasi yang melibatkan tokoh agama. Dipilihnya tokoh agama dalam program tersebut karena tokoh agama mempu

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK/MARPINA SINDIKA WULANDARI
Pelaksanaan sosialisi STBM dan Akses Air Bersih oleh WVI Sekadau. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Wahana Visi Indonesia (WVI) Kabupaten Sekadau menggelar sosialisasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan Akses Air Bersih bagi tokoh agama di Kecamatan Sekadau Hilir dan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalbar, di gedung Kateketik Sekadau, Rabu 21 April 2021.

Manager Wahana Visi Indonesia area program Sekadau, Bastian Rengga menjelaskan sebagai organisasi kemanusiaan Kristen yang berfokus pada kesejahteraan anak. Salah satu upaya yang dilakukan WVI adalah peningkatan akses masyarakat terhadap sarana sanitasi dan air bersih.

Dalam upaya pemenuhan itulah dilakukan sosialisasi yang melibatkan tokoh agama. Dipilihnya tokoh agama dalam program tersebut karena tokoh agama mempunyai peran yang besar dalam mengkampanyekan STBM di masyarakat.

"Apalagi di tengah pandemi Covid-19 perilaku hidup bersih dan sehat menjadi bagian dalam mencegah pandemi Covid-19. Tokoh agama punya pengaruh yang besar dalam mensosialisasikan itu," kata Bastian.

Selain itu, tokoh agama juga mempunyai waktu yang lebih fleksibel dalam mensosialisasikan STBM, seperti pada saat beribadah atau kegiatan keagamaan dapat diselingi sosialisasi tersebut.

Baca juga: Polres Sekadau Pasang Spanduk Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi

Sementara itu, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau, Widoyanto menjelaskan STBM yang kurang baik dapat berakibat pada tingginya angka stunting yang menyerang anak-anak.

Stunting memiliki berbagai dampak negatif bagi perkembangan anak. Diantaranya pertumbuhan anak yang terganggu, baik berupa fisik ataupun kecerdasan intelektual anak.

"Hambatan untuk perkembangan otak, kecerdasan intelektual akibat stunting ini bersifat permanen, jadi sangat penting kita memperhatikan STBM yang baik," ungkapnya.

STBM yang kurang baik biasanya diakibatkan oleh perilaku hidup masyarakat yang kurang bersih. Seperti kebiasaan BABS, membuang limbah ternak sembarangan, membuang sampah sembarang hingga menjadikan aliran sungai sebagai tempat pembuangan sampah. Sehingga mengakibatkan tercemarnya lingkungan.

Lebih lanjut, disampaikan Pemerintah juga sudah mengadakan program STBM sejak beberapa tahun terakhir, satu diantaranya dengan program Desa Open Defecation Free (ODF). (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved