Pemerintah Pusat Siapkan Rp 8 Miliar, Bupati Dukung Program Budidaya Ikan Semah di Kapuas Hulu
Fransiskus Diaan menjelaskan, kalau dirinya sangat mendukung dan membantu program ini, karena sangat bermanfaat bagi masyarakat dan sangat berpotensi
Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan menyatakan, kalau dirinya telah menerima kunjungan dari Balai Perikanan Air Tawar Mandiangin Kalimantan Selatan, dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat, didampingi Dinas Perikanan Kapuas Hulu.
"Dalam kunjungan tersebut, pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan RI akan mengucurkan anggaran sekitar 8 miliar, ke Kabupaten Kapuas Hulu untuk program perikanan yaitu membangun kampung budidaya ikan Semah (Mahseer)," ujarnya kepada wartawan, Rabu 21 April 2021.
Fransiskus Diaan menjelaskan, kalau dirinya sangat mendukung dan membantu program ini, karena sangat bermanfaat bagi masyarakat dan sangat berpotensi untuk meningkatkan retribusi bagi Pemerintah Kapuas Hulu.
"Hal ini dimungkinkan karena di tunjang oleh keanekaragaman tumbuh-tumbuhan yang hidup, dan berbuah ditepi sungai, sehingga suplai pakan alaminya banyak tersedia," ucapnya.
Dalam hal tersebut, Bupati Kapuas Hulu telah memerintahkan Dinas Perikanan Kapuas Hulu segera mempersiapkan segala sesuatunya, terutama berkaitan dengan dokumen-dokumen legalitas yang di butuhkan termasuk persiapan, serta pelaksanaan penandatanganan MOU, antara Bupati dan pihak Kementerian Kelautan Dan Perikanan.
Baca juga: Bupati Diaan Minta Perangkat Daerah Lihat Situasi dan Kondisi Keamanan Selama Bulan Suci Ramadhan
"Jadi Dinas Perikanan siap untuk mensukseskan pengembangan perikanan ini, tidak hanya di karenakan program ini adalah program pusat, namun lebih dari itu adalah bahwa program pemberdayaan nelayan dan pembudidaya adalah salah satu dari 25 prioritas bupati-wakil bupati 2021- 2026," ujarnya.
Fransiskus juga menjelaskan, bahwa di Hulu sungai Mendalam keberadaan ikan semah masih lumayan banyak, dan dimana dengan daerah tersebut sangat dimungkinkan untuk dikembangkan ikan semah.
"Hal ini dikarenakan di lokasi tersebut masih alami tidak ada penambang tanpa ijin, tidak ada penyentruman karena kearifan lokal masih berperan," ucapnya.
Maka dari itu kata Bupati, kawasan perhuluan sungai mendalam masih sangat potensial untuk di kembangkan sebagai kampung budidaya ikan semah.
"Karena itu saya berharap hulu sungai mendalam ini dapat juga di survey, sehingga semua spot-spot ikan semah yang tersebar di perhuluan sungai dapat teridentifikasi dan di kembangkan," ujarnya.
Ditambahkannya, selain di aliran Hulu Sungai mendalam beberapa daerah juga bisa menjadi spot-spot untuk pembibitan dan pembenihan ikan semah seperti di perhuluan sungai Kalis, Hulu Kapuas, Sungai Embaloh dan lain sebagainya.
"Sekali lagi saya mendukung program pengembangan ikan semah di Kapuas Hulu," ungkapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/bupati-kapuas-hulu-fransiskus-diaan-43524.jpg)