Daftar Nama Menteri Berawalan M, Siapa Menteri M yang Akan Diganti Jokowi di Reshuffle Kabinet?

Siapa Menteri M yang Akan Diganti Jokowi di Reshuffle Kabinet? Ini Nama-nama Menteri berawalan M.........

Tayang:
Editor: Nasaruddin
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Ma'ruf Amin berfoto bersama usai mengenalkan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju di tangga beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu 23 Oktober 2019. Presiden Joko Widodo resmi melantik 34 Menteri, 3 Kepala Lembaga Setingkat Menteri, dan Jaksa Agung untuk Kabinet Indonesia Maju. 

"Nama-nama lain yang disebut misalnya ada enam, inisial M, dan lain-lain itu tentu kita percaya."

"Karena yang ngomong adalah orang yang dekat dengan kekuasaan politik," ungkap Adi.

Menurutnya, jika nama menteri berinisial M tidak jadi direshuffle, maka kredibilitas PKB patut dipertanyakan.

Sebab, ia menilai selama ini statement-statement dari PKB selalu terukur.

"PKB itu adalah partai koalisi pemerintah, statement-statementnya juga selama ini terukur."

"Kalau elite PKB yang ngomog inisial M kemungkinan direshuffle itu nggak terjadi, tentu dia bohong."

"Dia membawa kredibilitasnya layak dipertanyakan," kata Adi.

Tak Mustahil

Tenaga Ahli Utama Kepala Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin kembali buka suara mengenai isu diselenggarakannya reshuffle kabinet pada Rabu 21 April 2021.

Menurut Ngabalin, tidak ada yang mustahil bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengambil keputusan.

Terlebih, sosok Presiden Jokowi yang selama ini ia kenal tidak pernah menunda waktu.

"Tidak ada yang mustahil. Karena saya berkali-kali mengatakan karakter kepemimpinan yang ada pada Bapak Presiden Jokowi itu beliau tidak pernah menunda waktu," kata Ngabalin, dikutip dari tayangan Youtube Kompas TV, Selasa 20 April 2021.

Ngabalin juga menyebut, Presiden Jokowi selalu cepat dan tepat untuk menyampaikan keputusan kepada publik, tak terkecuali tentang reshuffle kabinet ini.

"Selalu cepat mengambil keputusan dan insyaallah selalu tepat dalam membuat keputusan kepada publik," ungkap Ngabalin.

Di sisi lain, Ngabalin mengatakan, proses penataan kembali kelembagaan dari hasil penggabungan Kemendikbud dan Kemenristek rupanya membutuhkan waktu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved