Breaking News:

Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan Capai 16 Miliar Pada Tahun 2020 di Sintang

Eka menyebut, jumlah peserta BPJS Kesehatan Kesehatan yang tidak membayar di tahun 2020 mencapai 23.111 jiwa.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sintang, Eka Susilamijaya saat Rapat Forum Pemangku Kepentingan Utama Kabupaten Sintang Tahap I Tahun 2021 secara virtual di Ruang Rapat Sekretaris Daerah pada Senin, 19 April 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG - Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sintang, Eka Susilamijaya mengungkapkan pada tahun 2020 jumlah peserta yang menunggak iuran untuk kelas III sebanyak 15 ribu jiwa, dengan total tunggakan sebesar Rp 16 miliyar.

"Itu belum lagi kelas I dan II. Kami terus menerus mengingatkan peserta untuk membayar iuran bahkan bisa dilakukan secara kolektif. Total tunggakan 16 milyar dan tahun 2020," ungkap Eka saat Rapat Forum Pemangku Kepentingan Utama Kabupaten Sintang Tahap I Tahun 2021 secara virtual di Ruang Rapat Sekretaris Daerah pada Senin, 19 April 2021. Rapat yang dilakukan secara virtual itu dipimpin oleh Sekda Sintang, Yosepha Hasnah.

Eka menyebut, jumlah peserta BPJS Kesehatan Kesehatan yang tidak membayar di tahun 2020 mencapai 23.111 jiwa. Pada tahun 2021 meningkat menjadi mencapai 23. 390 jiwa. "Data kami juga menunjukan, justru tunggakan itu terjadi di Kecamatan Sintang yang sebenarnya tidak ada masalah akses pembayaran," ujarnya.

Baca juga: Gelombang Ketiga Corona di Sintang, Pemuda Tanpa Komorbid Meninggal

Selama masa pandemi, BPJS Cabang Sintang membuka pelayanan melalui aplikasi whatsapp dan telegram untuk mengurangi tatapmuka. Menurut Eka, ada 8 desa yang belum melaporkan data JKN-KIS kepada BPJS.

"Dalam hal tunggakan, akan kami pertimbangkan untuk memberikan program relaksasi, namun tentu perlu kajian terlebih dahulu. Kami juga menemukan, banyak nomor handphone peserta yang sudah tidak bisa dihubungi," kata Eka.

Menurut Eka, jumlah penduduk Kabupaten Sintang yang sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan mencapai 87,5 persen.

Artinya kata dia, capaian ini sudah sangat bagus. Integrasi ke JKN-KIS sedang berlangsung dan tersisa 22.913 ribu yang tidak terintegrasi.

"Kami juga terus mendorong usaha mikro untuk bergabung dalam BPJS Kesehatan. Capaian JKN-KIS Kabupaten Sintang tertinggi se Kalimantan Barat. Peserta mandiri BPJS Kesehatan di Kabupaten Sintang pada 2020 mencapai 61,6 persen dari jumlah penduduk," ujarnya. (*)

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved