Breaking News:

Antisipasi Lonjakan Kasus Corona, Pemkab Sintang Buka RIM 2 Berkapasitas 55 Tempat Tidur

Penambahan fasilitas penanganan pasien corona ini untuk antisipasi lonjakan kasus konfirmasi. Mengingat, kapasitas tempat tidur yang tersedia di RSUD

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Bupati Sintang, Jarot Winarno bersama Wakil Bupati Sintang, Sudiyanto meninjau Ruang Isolasi Mandiri (RIM) 2 di Mess Badan Diklat BKPSDM, Komplek Gedung Serbaguna Sintang, Jl. YC. Oevang Oeray, Sungai Ana, Kecamatan Sintang, Senin 19 April 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG - Bupati Sintang, Jarot Winarno bersama Wakil Bupati Sintang, Sudiyanto meninjau Ruang Isolasi Mandiri (RIM) 2 di Mess Badan Diklat BKPSDM, Komplek Gedung Serbaguna Sintang, Jl. YC. Oevang Oeray, Sungai Ana, Kecamatan Sintang, Senin 19 April 2021.

Penambahan fasilitas penanganan pasien corona ini untuk antisipasi lonjakan kasus konfirmasi. Mengingat, kapasitas tempat tidur yang tersedia di RSUD Ade M Djoen dan Rusunawa (RIM 1) sudab 80 persen terisi.

"Ini untuk jaga-jaga, karena RIM, RIK di rumah sakit sudah 80 persen. 34 tempat tidur sudah terisi 30. Kalau hari ini ada 10 yang harus dirawat ndak ada tempat tidur lagi. Jadi kita siapkan diberbagai tempat, salah satunya di sini," kata Jarot,

Baca juga: Gelombang Ketiga Corona di Sintang, Pemuda Tanpa Komorbid Meninggal

Di Ruang Isolasi Mandiri (RIM 2) Mess Badan Diklat BKPSDM, selain tersedia ruang isolasi, juga disiapkan 6 ruangan observasi, untuk pasien yang bergejala sedang. Selain itu, tim dokter dan perawat juga disiagakan.

"Ini supaya memberikan rasa tenang pada masyarakat. Tidak ada yang tidak bisa kita tangani, semua bisa. Kurang kita tambah, tenaga kita rekrut. Dokter tenaga covid, paramedis. Tenaga medis yang disiapkan 2 dokter, baru dapat 1. Perawat semua sudah ada, mendayakagunakan tenaga yang ada," jelas Jarot.

Kasi Alkes dan Perbekalan dan Rumah Tangga, pada Dinkes Sintang, M.Iqbal Natadipura mengatakan Ruang Isolasi Mandiri (RIM) 2 di Mess Badan Diklat BKPSDM terdiri atas 4 gedung.

Gedung A, diperuntukan bagi petugas jaga dan 6 ruang observasi. Gedung B, ruang isolasi mandiri pasien OTG khusus wanita dan Gedung C, untuk pria. "Gedung D lagi dipersipakn untuk isolasi keluarga bisa 20 sampai 25 tempat tidur," kata Iqbal.

Iqbal memastikan RIM 2 sudah siap digunakan sebagai tempat pasien isolasi. Saat ini, tersedia 31 ruangan yang sudah siap, dari total 55 tempat tidur yang disiapkan. Gedung RIM 2 ini juga di lengkapi fasilitas pendukung seperti CCTV dan WIFI.

"6 ruang observasi untuk mendukung ruang isolasi khusus di rumah sakit, kalau di sana sudah penuh kita larikan ke rim 2 diklat. Kalau kosong kita pindahkan lagi," jelasnya. (*)

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved