Breaking News:

32 Orang Terjaring Razia Pekat di Sanggau, Satu di antaranya Positif Narkoba

Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sanggau, Hery Ariandi menyampaikan bahwa razia yang dilakukan tim yang dipim

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Apel sebelum dimulainya razia penyakit masyarakat (Pekat) di halaman Kantor Sat Pol PP Sanggau, Kemarin. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Tim gabungan dari Sat Pol PP Sanggau, BNNK Sanggau, Polres Sanggau, Kodim 1204/Sgu, Subden POM XII/Sgu dan Dinsos P3AKB Sanggau menggelar razia penyakit masyarakat (pekat) di Kota Sanggau, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Kemarin.

Dari razia itu, Tim gabungan mengamankan 32 orang dengan rincian 17 orang perempuan dan 15 orang laki-laki.

Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sanggau, Hery Ariandi menyampaikan bahwa razia yang dilakukan tim yang dipimpin Sat Pol PP Sanggau itu bertujuan mendukung program pemerintah mewujudkan Sanggau tertib, Sanggau berbudaya dan beriman.

Baca juga: Kapolres Sanggau Berikan Tali Asih ke Warga Penderita Atresia Billier

"Razia yang dilakukan tadi malam itu menyasar Kos-kosan di dalam Kota Sanggau diantaranya di Kelurahan Beringin, Kelurahan Bunut dan Kelurahan Tanjung Kapuas,"katanya melalui telpon selulernya, Minggu 18 April 2021.

Dikatakanya, Dari 32 orang yang terjaring, Satu diantaranya positif menggunakan narkotika berdasarkan tes urin yang dilakukan.

"Jadi semua yang terjaring ini kita tes urin. Hasilnya satu orang positif menggunakan AMP dan MET yang ada di dalam kandungan narkotika,"ujarnya.

Sementara itu, Tokoh Pemuda Sanggau, Abang Indra mendukung dengan dilakukan Operasi Pekat yang dilakukan tim gabungan. Terlebih juga dilakukan tes urin bagi mereka yang diamankan.

"Terbukti ditemukan ada yang positif narkotika. Kedepan razia seperti ini diharapkan tetap rutin dilaksanakan. Akan tetapi harus benar-benar dipetakan mana yang melanggar,"katanya.

Untuk di rumah kos, lanjutnya, petugas gabungan bisa melakukan koordinasi dengan pihak Desa, Lurah atau RT setempat, karena mereka yang mengetahui aktifitas dilingkungannya.

“Untuk mengetahui mana saja rumah kos yang disalahgunakan masuk kategori sangat rawan. Kita minta agar pada saat razia juga tidak bocor, Sehingga pada saat razia itu tetap profesional,"tegasnya. (*)

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved