Cuaca Ekstrem dan Kecepatan Angin Tinggi, Kepala BPBD Imbau Warga Waspada Pohon Tumbang

Haryadi mengatakan, bahaya pohon tumbang patut diwaspadai karena berdasarkan informasi dari BMKG, kecepatan angin cukup tinggi.

Tayang:
Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FILE
Pohon tumbang Timpa Rumah Warga 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Menyikapi peringatan cuaca ekstrem yang berpotensi di wilayan Kota Pontianak, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak Haryadi S Triwibowo menginstruksikan kepada seluruh petugas untuk bersiaga.

"Kami sudah bersiaga 24 jam, dan itu kita bekerja sama dengan instansi terkait, dari PUPR, DLH, dan sebagainya untuk bersama-sama waspada menyikapi cuaca ekstrem yang terjadi ini," kata Haryadi, Jumat 16 April 2021.

Sejak cuaca ekstrem melanda Kota Pontianak, BPBD Kota Pontianak mencatat terdapat satu pohon tumbang dan menimpa rumah hunian warga.

Beruntung kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.

Haryadi mengatakan, bahaya pohon tumbang patut diwaspadai karena berdasarkan informasi dari BMKG, kecepatan angin cukup tinggi.

Baca juga: Personel Polsek Parindu Bersihkan Pohon Tumbang Yang Tutup Jalan Raya

Pihaknya pun siap menerima laporan apabila warga menemukan pohon yang rawan tumbang.

Haryadi mempersilakan warga melapor ke BPBD Kota Pontianak, untuk kemudian dikoordinasikan dengan Dinas PUPR. Nomor aduan yang bisa dihubungi adalah (0561)747261-730879 atau menghubungi call center 085347264556.

"Informasi dari BMKG siang hari ini, kecepatan angin mencapai 20 knot, itu artinya kita waspada. Dengan kecepatan seperti itu dapat membuat pohon tumbang, dan sebagainya. Oleh sebab itu jangan berteduh di bawah pohon besar bila hujan deras," pesan Haryadi.

Sebelumnya, peringatan dini cuaca ekstrem telah disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Cuaca ekstrem ini akan melanda Kalimantan Barat sejak 11 April 2021 hingga 17 April 2021.

Kemudian, badai tropis yang terjadi di Samudera Pasifik Utara Papua, membuat wilayah Kalimantan Barat mengalami dampak tidak langsung.

Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas 1 Supadio Pontianak Sutikno menjelaskan, adanya badai tropis Surigae tersebut membentuk pola pertemuan angin di sekitar wilayah Kalimantan Barat.

Adanya pola pertemuan angin tersebut mengindikasikan masih terdapat potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang bisa disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat.

Potensi hujan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan setidaknya terjadi hingga tanggal 16 April 2021.

Dampak hujan lebat yang berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kalimantan Barat ini merupakan dampak secara tidak langsung dari badai tropis Surigae, karena terjadinya tidak di sekitar area badai tropis tersebut.

"Masyarakat Kalbar dihimbau untuk mewaspadai dampak yang dipicu oleh cuaca ekstrem tersebut, seperti hujan lebat yang bisa disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat, khususnya pada siang hingga sore hari," pesannya.

Upayakan Berteduh

Kasat Lantas Polresta Pontianak Kompol Rio Sigal Hasibuan mengingatkan cuaca ekstrem juga berpotensi menyebabkan kecelakaan bagi pengendara.

Oleh karena itu, saat cuaca ekstrem terjadi, pengendara hendaknya mencari tempat berteduh yang aman.

"Sebisa mungkin upayakan berteduh. Jika hujan turun lebat disertai angin dan petir, jangan memaksakan untuk tetap mengendarai motor. Berteduhlah dahulu hingga hujan agak reda dan cukup aman untuk melanjutkan perjalanan," pesannya, Jumat 16 April 2021.

"Apabila dalam kondisi terpaksa atau di lokasi yang tak bisa berteduh, hendaknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berkendara. Agar pengendara roda dua khususnya, menggunakan Jas hujan," katanya.

Ia menjelaskan, untuk melindungi pengedara dari hujan gunakan jas hujan model baju, bukan ponco atau jubbah.

"Karena dikhawatirkan bagian bawah jas hujan tersebut bisa masuk ke gear atau jari - jari sepeda motor," tuturnya.

Saat berkendara, kurangi kecepatan atau atur kecepatan kendaraan yang digunakan. Pada saat hujan jangan mengendarai motor dengan mengebut.

"Ketika mengerem, gunakan rem belakang lalu dilanjutkan dengan rem depan secara perlahan untuk menghindari selip ban," katanya.

Berkendara di kala hujan, hendaknya menghindari genangan air, karena dikhawatirkan terdapat jalan yang berlubang.

"Namun pada saat menghidari lubang, agar tetap memperhatikan pengendara yang ada di depan dan di belakang," katanya.

Pastikan menyalakan lampu kendaraan pada saat hujan turun, karena dapat membantu pengendara lain untuk mengetahui posisi kita, atau dapat terlihat oleh pemgendara lain.

"Gunakan sepatu karet pada saat berkendara dalam kondisi hujan agar tidak licin," ujar Kasat Lantas. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved