Pengunjung Warkop Positif Covid 19
Kadiskes Harisson Minta Satgas Covid-19 Sintang Lakukan Swab Massal dan Batasi Jam Malam
Harisson juga memantau langsung razia penegakan protokol kesehatan di warung kopi di jalan Lintas Melawi, dan ditemukan satu orang pengunjung positif
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi KalBar, Harisson menilai kondisi covid-19 di Kabupaten Sintang mengkhawatirkan, karena kasus konfirmasi yang meningkat hingga menyebabkan kapasitas tempat isolasi pasien nyaris penuh.
Atas kondisi inilah, Harisson diutus Gubernur Kalbar, Sutarmidji untuk melihat bagaimana penanganan Covid-19 di Kabupaten Sintang.
Harisson juga memantau langsung razia penegakan protokol kesehatan di warung kopi di jalan Lintas Melawi, dan ditemukan satu orang pengunjung positif corona berdasarkan hasil rapid test antigen.
Baca juga: BREAKING NEWS - Razia Penegakan Prokes, Satgas Temukan Pengunjung Warkop Positif Corona di Sintang
“Saya diutus gubernur sebagai ketua satgas penanganan covid kalbar, untuk melihat bagaiman penanganan covid di kabupaten sintang. Seperti kita ketahui di bulan terakhir ini kasus (konfirmasi) meningkat, dan terakhir rumah sakit tingkat hunian 80 persen, ini benar-benar mengkhawatirkan. Jadi sebenarnya kita ke sini, untuk menyarankan strategi apa yang harus dilakukan oleh satgas kabupaten sintang. Saya juga akan ke rumah sakit untuk melihat apa yang perlu dibantu untuk penanganan pasien covid,” ujar Harisson, Jumat 16 April 2021.
Guna menekan laju penyebaran virus corona di Sintang, Harison menyarankan agar Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sintang, memberlakukan pembatasan jam malam. Selain itu, disarankan pula agar dilakukan swab massal, baik RT antigen maupun PCR.
Baca juga: Satu Pengunjung Warkop Positif Corona, Wabup Sintang Belum Putuskan Sanksi
“Satgas provinsi kalbar, meminta agar di Sintang diberlakukan jam malam, jadi kita batasi sampai jam 8 malam, kemudian dilakukan swab antigen maupun PCR secara missal,” pintanya.
Apabila ditemukan hasilnya positif namun CT-nya rendah, Harisson menyarankan supaya tidak menyebarkan ke orang lain agar diisolasi.
Jika CT-nya tinggi atau viral load rendah, menurutnya tidak perlu diisolasi di tempat isolasi yang disediakan pemerintah. Cukup isolasi mandiri dengan pengawasan ketat satgas tingkat desa.
“Kan kita ada BPKM mikro ada satgas ditingkat desa, kelurahan, dan ini harus benar-benar dilakukan secara gotong royon oleh semua masyarakat harus terlibat dalam mengawasi warga yang positif tapi kita isolasi secara mandiri. Sekolah tatap muka juga belum diperbolehkan, tutup dulu. Kemudian juga penting itu benar-benar kita harus terus menerus mengingatkan masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan,” jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kepala-dinas-kesehatan-provinsi-kalbar-harisson-33115468.jpg)