Breaking News:

Satgas COVID 19 Sambas Paparkan Ribuan Pekerja Migran Jalani Karantina di Wisma Indonesia Aruk

Dijelaskan dia, dari 2500 orang yang melintas itu, semuanya dikarantina, dan tercatat sejak dimulainya pelaksanaan karantina bagi PMI yang masuk melal

TRIBUNPONTIANAK/M Wawan Gunawan
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, yang juga juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Sambas, dr Fatah Maryunani, Rabu 14 April 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, yang juga juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Sambas, dr Fatah Maryunani menyampaikan jika sampai dengan sore kemarin terdapat kurang lebih 2500 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang melintas di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk.

Dijelaskan dia, dari 2500 orang yang melintas itu, semuanya dikarantina, dan tercatat sejak dimulainya pelaksanaan karantina bagi PMI yang masuk melalui perbatasan RI-Malaysia, khususnya di Kalimantan Barat.

"Pastinya detailnya data masuk sore nanti, tapi sekarang jumlahnya ada sekitar 2500 orang," ujarnya, Rabu 14 April 2021.

Baca juga: Polres Sambas Tangkap Pengedar Sabu 1 Kg, Tersangka Berdalih Tidak Saling Kenal Saat Ambil Narkoba

Dijelaskan oleh Kadis, semua pelintas di PLBN Aruk memang diwajibkan untuk dilakukan karantina dan di swab PCR sebelum dinyatakan boleh pulang menuju tempat tujuannya masing-masing.

"Jadi mereka ini semuanya di Rapid antigen, PCR dan juga di karantina," sambungnya.

Diungkapkan oleh dr Fatah, saat ini kendala mereka adalah jika membludaknya PMI yang pulang dari Malaysia. Sementara tempat karantina yang mereka siapkan jumlahnya juga terbatas.

"Kendalanya adalah jika yang datang itu terlalu banyak kita susah mengatur untuk karantina nya. Karena kapasitas di wisma Indonesia di PLBN Aruk itu cuma 200 orang dan kalau lebih banyak maka kita jadi kesulitan," katanya.

Dalam satu hari kata dr Fatah jumlah PMI yang masuk tidak menentu, dimana paling sedikit sekitar 40 orang dan paling banyak sampai 150-an orang. Dan jumlah itu kata dr Fatah diperkirakan semakin bertambah seiring dengan dekatnya Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

"Selama ini kalau di PLBN Aruk sudah penuh maka memang kita pindahkan ke gedung Diklat dan asrama haji di Sambas," ungkapnya.

Dari 2500 pelintas itu kata dr Fatah ada kurang lebih 8 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19, dan 7 diantaranya sudah dinyatakan sembuh.

"Kalau yang terkonfirmasi ada delapan orang dan masih ada satu orang yang masih di rawat," tutupnya.

Untuk diketahui, pada saat Rapid antigen kata dr Fatah, yang terkonfirmasi reaktif lansung di pindahkan ke RS Pratama di Teluk Keramat. Dan yang non reaktif di karantina di Wisma Indonesia di PLBN Aruk. (*)

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved