Breaking News:

Paradigma Pengelola Kawasan Perbatasan

Keunikan dan keanekaragaman yang ada di wilayah perbatasan tersebut, dapat membuat kedua wilayah saling mengembangkan keunikan dan kekayaan sumber day

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Mahasiswa Doktoral Ilmu Managemen Pemasaran Untan Pontianak, Muhammad Mochlis 

Muhammad Mochlis
Mahasiswa Program Doktor Ilmu Managemen FEB Untan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - PERBATASAN suatu daerah dengan daerah lainnya, baik antar daerah, pulau, maupun negara, didalamnya memiliki ciri dan keunikan tersendiri. Keunikan dan keanekaragaman yang ada di wilayah perbatasan tersebut, dapat membuat kedua wilayah saling mengembangkan keunikan dan kekayaan sumber daya alam dan manusia, agar lebih maju dan berkembang. Hal tersebut membawa kedua wilayah saling bekerjasama untuk pengembangan semua sector di wilayahnya masing-masing.

Terbukanya akses yang mudah ditempuh di kedua wilayah, dapat membawa dampak positif maupun negatif. Dampak positif misalnya lebih memudahkan dalam lalu lintas kewilayah “seberang”, meminimalisir waktu melakukan aktivitas di kedua wilayah, dapat saling mengembangkan budaya dan ciri khas masing-masing wilayah, serta meningkatkan pendapatan daerah/negara masing-masing wilayah.

Dampak negatif yang ditimbulkan antara lain, adanya kesenjangan keadaan ekonomi, sosial, fisiologi, teknologi dan lain sebagainya di antara kedua wilayah tersebut. Sudah pada tahun 1909, On the Border menggerakkan istilah-istilah simbolis dan stereotip budaya dengan menggambarkan bagaimana "kewaspadaan ommit tee" Anglo mengamankan perbatasan dari orang-orang jahat untuk menegakkan dikotomi rumusan hukum Amerika versus pelanggaran hukum Meksiko. Alfred Richard Jr.

Baca juga: Tingkatkan Kompetensi Lulusan, PAUD FKIP Untan Laksanakan Workshop Literasi Digital

Mencatat bahwa "mungkin ini adalah produksi pertama yang menampilkan Meksiko sebagai tempat perlindungan bagi jenis kriminal yang keras dari setiap kebangsaan atau ras yang membutuhkan tempat untuk bersembunyi untuk sementara waktu sampai keadaan menjadi tenang" (1992,16).

Agar dampak negatif yang ditimbulkan sebagai efek dari dekatnya wilayah perbatasan tersebut, pemerintah sebaiknya melakukan manajemen perbatasan dari tingkat pusat hingga daerah, dengan cara membangun PLBN (Pos Lintas Batas Negara), agar terjaga stabilitas ekonomi, sosial, budaya serta perahanan keamanan kedua wilayah.

PLBN yang merupakan tempat pemeriksaan dan pelayanan keluar masuk orang dan barang dari dan keluar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang menggunakan paspor dan/atau pas lintas batas. PLBN Terpadu ini berada di kawasan perbatasan wilayah negara yang terletak pada sisi dalam sepanjang batas wilayah Negara Indonesia dengan negara lain. Dalam hal perbatasan dengan negara lain di darat, kawasan ini terletak di sebuah kecamaan.

PLBN merupakan peningkatan fungsi Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) yang memiliki dan memberikan pelayanan di bidang keimigrasian, kepabeanan, karantina, keamanan, dan administrasi pengelolaan. PLBN menjadi sistem utama yang melayani aktivitas masyarakat perbatasan khususnya yang berhubungan dengan aktivitas lintas batas.

Saat ini terdapat 18 (delapan belas) PLBN Terpadu yang tersebar di seluruh kawasan Kawasan ini berada di sebuah kecamatan dan tempat ini adalah berupa kawasan terpadu yang di dalamnya terdiri dari zona inti dan zona pendukung.

Baca juga: HUKUM Zakat Fitrah dan Dalilnya serta Doa Membayar Zakat Fitrah serta Doa Menerima Zakat Fitrah

Di dalam zona inti terdapat antara lain; bangunan utama PLBN Terpadu, gerbang zona inti PLBN Terpadu, gedung check point, koridor pejalan kaki, bangunan dan gardu pemeriksaan imigrasi dan pelayanan bea cukai, bangunan dan gardu pemeriksaan imigrasi dan pelayanan bea cukai mobil cargo, bangunan pemeriksaan terpadu mobil pribadi dan penumpang. Sementara itu di zona pendukung akan dibangun mess karyawan dan wisma Indonesia.

Mengingat kedua wilayah memiliki keunikan dan keanekaragaman sumber daya alam dan sumber daya manusia yang berbeda-beda, maka sebelum menentukan lokasi untuk stasiun perbatasan baru, pembuat keputusan membutuhkan informasi dasar.

Nomor lalu lintas dan informasi tentang lalu lintas yang memerlukan infrastruktur khusus (kargo berpendingin, barang berbahaya, hewan hidup). Nomor lalu lintas kendaraan kedua wilayah perlu dibuat untuk membedakan asal kendaraan yang melewati salah satu kedua wilayah.

Penomoran lalu lintas ini khususnya untuk infra struktur khusus seperti kargo berpendingin, barang berbahaya, hewan hidup. Pembuatan nomor kendaraan, khsususnya untuk infra struktur, bertujuan agar petugas di masing-masing PLBN mengetahui komoditi atau barang apa saja yang dibawa oleh kendaraan tersebut, sehingga apabila terdapat hal-hal yang tidak semestinya (penyelundupan), dapat segera diambil tindakan pencegahan.

Selain barang dan hewan, PLBN juga mengawasi arus lalu lintas pelancong/wisatawan yang masuk dan keluar dari wilayah perbatasan. Harus adanya fasilitas yang memadai untuk pelancong yang berjalan menyeberang, yang mengemudi, dan yang menggunakan taksi.

Selain itu, perlu diperhatikan pula pangsa pelancong yang merupakan pekerja musiman, yang merupakan penduduk lokal, dan yang merupakan orang asing di kedua negara. Dengan melengkapi diri dengan identitas diri, petugas dapat menyeleksi dan mendata setiap pelancong yang datang, apakah mereka penduduk local, pekerja musiman maupun orang asing di kedua wilayah. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya kasus pendatang illegal. (*)

Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved