Breaking News:

Total 71,08 Persen Masyarakat Kalbar sudah Terdaftar pada Program JKN KIS 

Ia mengatakan bahwa sampai 1 Maret 2021 data peserta JKN KIS di Kalbar sudah tercatat sebanyak 3.889.974 penduduk.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wagub Kalbar, H. Ria Norsan saat membuka Forum Kemitraan dengan Pemangku Kepentingan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2021 di Aula Praja II Kantor Gubernur Kalbar. Kamis 8 April 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, H Ria Norsan mengatakan bahwa berdasarkan data yang ada sampai dengan 1 Maret 2021 tercatat sudah 71,08 persen dari 5,5 juta penduduk Kalbar yang sudah terdaftar menjadi peserta JKN KIS

Ia mengatakan bahwa sampai 1 Maret 2021 data peserta JKN KIS di Kalbar sudah tercatat sebanyak 3.889.974 penduduk.

Sedangkan pada tahun 2020, peserta JKN yang berkunjung ke poli rawat maupun rawat inap sebanyak 799.779 kunjungan di fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut. 

Dari jumlah kunjungan ke faskes tingkat lanjut tersebut telah menghabiskan biaya sebesar Rp 705 miliar.

Baca juga: Forum Kordinasi BPJS Kesehatan Bakalbalam Bahas Pengawasan dan Pemeriksaan Kepatuhan di Kalbar

Pada Tahun 2020, realisasi kapitasi yang sudah dibayarkan kepada FKTP, baik Puskesmas, dokter praktik pribadi, dan Klinik Pratama, adalah sebesar Rp 212 miliar. Sedangkan jumlah  kunjungan di FKTP, adalah sebesar 1.9 juta kunjungan.

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah diselenggarakan sejak 1 Januari 2014 sampai saat ini atau sudah berlangsung selama 7 tahun 3 bulan. 

Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional dilakukan dengan prinsip gotong royong, yaitu peserta yang mampu membantu peserta yang kurang mampu, peserta sehat membantu peserta yang sakit.

"Maka dari itu diperlukan dukungan dari seluruh stakeholder baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemberi pelayanan kesehatan, organisasi masyarakat, Badan Usaha, peserta Jaminan Kesehatan BPJS Kesehatan pada program Jaminan Kesehatan Nasional," ujarnya.

Hal ini disampaikan oleh Wagub Kalbar, H. Ria Norsan saat membuka Forum Kemitraan dengan Pemangku Kepentingan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2021 di Aula Praja II Kantor Gubernur Kalbar. Kamis 8 April 2021.

Dirinya juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional sangat penting untuk memastikan seluruh penduduk Indonesia memperoleh manfaat pemiliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan. 

“Melalui prinsip gotong royong dalam penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional kita berharal dapat menumbuhkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,”ujarnya.

Ia mengatakan selain itu perlu diperhatikan juga peningkatan sarana prasarana, seperti penyediaan SDM tenaga medis dan penyediaan sarana intensif, seperti ICU, ICCU, PICU, PACU, HCU dan NICU, baik bangunan maupun tenaga medis seperti spesialis anastesi.

Ia menginstruksikan agar semua pihak mendukung program Jamkesnas yang merupakan program strategis nasional, sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawab masing-masing.

"Mari kita bersinergi dengan gotong royong wujudkan cakupan semesta Jaminan Kesehatan Nasional dengan pelayanan yang bermutu di Bumi Khatulistiwa yang kita cintai ini," pungkasnya. (*)

Penulis: Anggita Putri
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved