Breaking News:

Warga Tolak Aktifitas Penambang Emas Tanpa Izin di Dusun Tanjung Priok

Hal itu disampaikan setelah digelar rapat bersama Kades, BPD, tokoh masyarakat maupun dari beberapa pihak penambang, di Balai Dusun Tanjung Priok, Kem

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Suasana rapat bersama Kades, BPD, tokoh masyarakat maupun dari beberapa pihak penambang, di Balai Dusun Tanjung Priok, Desa Inggis, Kecamatan Mukok, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Kemarin. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Kepala Desa Inggis, Kecamatan Mukok, Kabupaten Sanggau, Sunardi menyampaikan bahwa aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Dusun Tanjung Priok, Desa Inggis mendapat penolakan warga.

Hal itu disampaikan setelah digelar rapat bersama Kades, BPD, tokoh masyarakat maupun dari beberapa pihak penambang, di Balai Dusun Tanjung Priok, Kemarin.

“Rapat dihadiri warga Dusun Tanjung Priok. Dari penambang yang hadir empat orang, Mereka dari penambang hanya mendengarkan,”katanya, Rabu 7 April 2021.

Dikatakanya, dalam rapat itu diperoleh kesepakatan bahwa menolak aktivitas PETI di wilayah mereka. Berita Acara (BA) rapat tersebut ditandantangani langsung Kades Inggis dan BPD Desa Inggis, Jamil Han. BA juga ditembuskan kepada Bupati, Kapolres, Dandim dan Kajari Sanggau.

Baca juga: Fransiskus Ason Ungkap Pembangunan Jalan Provinsi di Sanggau Capai Puluhan Milyar

"Beberapa alasan penolakan warga ada dua, alasan geografis dan sosial,”jelasnya.

Lanjutnya, Alasan geografis yakni tanah longsor, tumbangnya pohon-pohon di pinggir sungai, lokasi yang mendekati pemukiman warga, serta pencemaran limbah.

"Sedangkan alasan sosial perselisihan warga dengan para pengurus, dan adanya gejolak, pertikaian di masyarakat," pungkasnya. (*)

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved