Breaking News:

Dampak Refocusing Anggaran, Penanganan Limbah Rumah Tangga di Sekadau Tidak Efektif

Dimana yang tadinya anggaran untuk operasional pengangkutan sampah, berupa biaya perawatan dan BBM untuk armada angkutan sampah harus dipangkas dan di

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sekadau, Wirdan Mahzumi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Refocusing anggaran kembali dilakukan di jajaran Pemerintah Kabupaten Sekadau. Sebanyak 8 persen anggaran dari setiap SKPD di Kabupaten Sekadau dipangkas dalam upaya penanganan pandemi virus Covid-19.

Tidak terkecuali bagi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sekadau. Pemotongan anggaran tersebut berdampak pada penanganan limbah rumah tangga yang berada di bawah wewenang Dinas Lingkungan Hidup.

Alhasil kebersihan dalam kota berjuluk Bumi Lawang Kuari itupun menjadi berkurang dengan banyaknya sampah yang menumpuk di pinggir jalan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sekadau, Wirdan Mahzumi, membenarkan adanya penumpukan sampah baik di gang-gang, komplek perumahan dan jalan poros sebagai dampak dari refocusing anggaran yang terjadi.

Dimana yang tadinya anggaran untuk operasional pengangkutan sampah, berupa biaya perawatan dan BBM untuk armada angkutan sampah harus dipangkas dan dikurangi. Sehingga intensitas pengangkutan sampah berkurang.

"Kekuatan kita untuk bahan bakar masih sampai dengan bulan Desember 2021, namun dengan konsekuensi armada truk yang sebelumnya berjumlah 8 unit, hanya dapat digunakan 6 unit. Sedangkan untuk armada tosa yang mengangkut di gang-gang maupun komplek perumahan tidak lagi beroperasi," kata Kadis LH, Wirdan.

Baca juga: Jelang Ramadhan Waktu Ibadah Diminta Dipersingkat di Sekadau, Syamsul : Saya Rasa Tidak Berpengaruh

Lebih lanjut, nantinya fokus pengangkutan sampah hanya akan dilakukan pada jalan poros dan jalur sutra. Sedangkan untuk masyarakat di gang-gang maupun komplek perumahan diharapkan dapat mengantarkan sampah masing-masing ke tempat pembuangan sampah di pinggir jalan raya.

"Sampah-sampah yang dipinggir jalan, hari ini kita akan mulai angkut kembali. Tapi dengan armada yang terbatas, hari libur dan Sabtu-minggu tidak ada lagi pengangkutan sampah," lanjutnya.

Wirdan memastikan akan terjadi penumpukan sampah pada hari Sabtu-Minggu dan hari libur. Ia pun berharap pengertian dari masyarakat akan kendala yang dihadapi saat ini.

"Kita minta partisipasi masyarakat lah yang di gang-gang. Karena kami harus efisiensi BBM, maka tosa kita stop sementara dam fokuskan BBM untuk truk. Dari 6 truk yang beroperasi tersebut bisa saja mengalami pengurangan lagi jika terjadi kerusakan terhadap unit armada," tandasnya.

Diketahui untuk jumlah limbah rumah tangga di Kabupaten Sekadau perharinya diperkirakan antara 12-15 ton. (*)

Penulis: Marpina Sindika Wulandari
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved