Breaking News:

Pengurus Pemuda Dayak Kalbar dan Laskar Satuan keluarga Madura Kalbar Jalin Silaturahmi

Adrianus mengatakan bahwa kagiatan ini bertujuan untuk menjalin tali silahturahmi antar etnis yang ada di Kalimantan Barat

Penulis: Stefanus Akim | Editor: Stefanus Akim
IST
PENGURUS PDKB dan LSKM melakukan silaturahmi, Rabu 31 Maret 2021. 

CITIZEN REPORTER

Oleh: A MARSEL | Pengurus PDKB

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pelaksana Tugas Ketua Umum Pemuda Dayak Kalimantan Barat, Adrianus melakukan kunjungan kerja ke Markas Besar Laskar Satuan Keluarga Madura (LSKM) di Tanjung Raya 1 Gang Sampang Nomor 58, Rabu, 31 Maret 2021, lalu.

Dalam kunjungan kerja itu, Adrianus mengatakan bahwa kagiatan ini bertujuan untuk menjalin tali silahturahmi antar etnis yang ada di Kalimantan Barat selain itu sekaligus memastikan kebenaran akan keberadaan organisasi ini karena ada isu yang beredar mengatakan bahwa organisasi ini berafiliasi dengan organisasi radikal di Indonesia.

Pada kesempatan itu, Adrianus bersama beberapa pengurus PDKB disambut hangat ketua umum beserta jajarannya. Ketua Umum LSKM menyambut baik kunjungan kerja plt Ketua Umum PDKB beserta pengurus lain karena menurutnya hal ini dapat memberikan dampak yang besar dalam organisasi LSKM.

“Ribuan terima kasih sudah sudi bersilahturahmi, mudah-mudahan dengan hadirnya PDKB ini sebagai modal utama agar ke depan bisa lebih bersinergi untuk membangun Kalimantan Barat,” ungkap Guntur dalam sambutannya.

Guntur melanjutkan, kedatangan pengurus PDKB di sekretariat LSKM merupakan sebuah terobosan baru dalam membina hubungan kebersamaan antar pemuda Madura dan Dayak agar tidak ada lagi kelompok-kelompok yang dapat memecah belah keberagaman yang ada di bumi Kalimantan khususnya di Kalimantan Barat.

“Ini membuktikan bahwa Madura dan Dayak itu bisa hidup berdampingan satu sama lain di Kalimantan Barat,” ungkapnya

Di satu sisi, Adrianus mengatakan, bahwa kunjungan kerja ini merupakan bagian dari program kerja pengurus PDKB dan sebagai bentuk pembuktian serta klarifikasi terhadap isu yang berkembang di media sosial.

“Sebenarnya program ini sudah diagendakan jauh hari, namun karena situasi di Indonesia saat ini sedang dalam menghadapi serangan pandemik covid 19 sehingga banyak program-program kami yang tertunda” ungkap Adrianus

Adrianus berharap kegiatan yang dilakukan hari ini dapat terwujud kembali dalam kegiatan-kegiatan lainnya sehingga apapun isu yang berkembang dapat diminimalisir. Apalagi saat ini terjadi begitu banyak kejadian-kejadian yang dapat merusak kerukunan antar etnis.

“Kalau tak ketemu maka tak kenal, tak kenal maka tak sayang, sudah seharusnya kita seperti ini agar tidak memberikan informasi yang simpang siur, kalau dilihat secara kasat mata mungkin bisa terkesan negatif. Dan setelah kami amati, LSKM ini merupakan organisasi yang berlandaskan UUD 1945, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan sudah terdaftar di Kesbangpol Republik Indonesia sehingga bisa dipastikan bahwa organisasi ini sudah sesuai dengan tatanan peraturan dan taat pada pemerintah RI,” tegas Adrianus

Demi menjaga keberagaman antar etnis di Kalbar, Adrianus berharap kepada siapapun untuk tidak memberikan informasi yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved