Tanah Akses Warga Dijual ke Perusahaan, Kades Beringin Jaya Minta Maaf

Diketahui hasil kerukan tanah yang merupakan akses utama warga desa itu, dijual ke satu di antara perusahaan perkebunan yang berada di sekitar lokasi

Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kondisi jalan utama akses warga Desa Beringin Jaya yang Dikeruk dan Dijual ke Satu Di antara Perusahaan Perkebunan di sekitar lokasi tersebut. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Kepala Desa Beringin Jaya Suparman mengaku menyesal dan meminta maaf kepada masyarakat Desa Beringin Jaya usai sempat viral persoalan pengerukan badan jalan di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Sungai Melayu Rayak, Kabupaten Ketapang.

Diketahui hasil kerukan tanah yang merupakan akses utama warga desa itu, dijual ke satu di antara perusahaan perkebunan yang berada di sekitar lokasi jalan.

Saat dikonfirmasi, Suparman menegaskan pihaknya beserta pihak perusahaan komitmen untuk segera memperbaiki jalan yang telah dikeruk tersebut.

Baca juga: Bupati Ketapang Akan Optimalkan Pendapatan dari Pajak

"Tanggal 1 kemarin sudah ada pertemuan di Kecamatan. Intinya kita sepakat untuk memperbaiki jalan itu, nanti alat dan tenaga perusahaan yang siapkan," kata Suparman, Senin 5 April 2021.

Suparman mengaku, dalam pertemuan tersebut memang pihak perusahaan tidak hadir, namun dirinya sudah meninjau lokasi yang akan diperbaiki bersama perwakilan pihak PT Limpah.

"Dengan bapak Pewang tadi sudah sama-sama ke lokasi dan perusahaan komitmen membantu perbaikan," jelasnya.

Pada kesempatan tersebut Suparman menjelaskan bahwa ada sekitar 409 rit tanah dari hasil pengerukan jalan yang dijual ke perusahaan. 

Namun hasil penjualan tanah tersebut baru akan dibayar sekitar bulan Mei atau Juni.

"Informasi dari tukang teli di lapangan kebetulan Ketua BPD harga per rit Rp 35 ribu, tapi uangnya belum ada. Jadi kesepakatan rapat kemarin sesuai permintaan warga dana penjualan nanti akan dihibahkan untuk pembangunan Masjid dan Ambulance," tambahnya.

Sebelum adanya permintaan masyarakat, diakui Suparman, hasil penjualan tanah itu akan digunakan untuk memperbaiki jalan yang rusak nantinya.

"Meskipun awalnya saya memang tidak tahu, namun karena masyarakat resah, saya telah menyampaikan penyesalan dan meminta maaf kepada warga. Intinya ke depan pasti tidak mungkin begini karena ini ada miss saja," tegasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi perwakilan PT Limpah, Pewang membenarkan kalau pihaknya berkomitmen akan memperbaiki jalan tersebut.

"Betul, kita sudah komitmen untuk perbaikan jalan itu," ujarnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved