Capaian Penurunan Stunting di Kubu Raya Dinilai Melebihi Target Nasional Tahun 2024

Bahkan dikatakan dia juga, angka stunting yang ada di Kabupaten Kubu Raya saat ini telah melebihi target yang diamanahkan Presiden Republik Indonesia.

Penulis: Muzammilul Abrori | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan saat penandatanganan komitmen bersama percepatan capaian zero stunting di Kabupaten Kubu Raya, pada Selasa 30 Maret 2021 kemarin 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Direktur Komunikasi, Informasi Dan Edukasi BKKBN Pusat, Sulistia Ediningsih menilai bahwa Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sangat berkomitmen dalam upaya percepatan penurunan angka stunting yang terjadi.

Bahkan dikatakan dia juga, angka stunting yang ada di Kabupaten Kubu Raya saat ini telah melebihi target yang diamanahkan Presiden Republik Indonesia.

"Capai di Kubu Raya sudah lebih dari target nasional di tahun 2024, bahwa presiden mengamanahkan stunting di tahun 2024 hanya 14 persen saja. Dan kubu raya sudah 13 persen. Artinya ini dibawah target nasional di tahun 2024 justru," ungkap Sulistia Ediningsih beberapa waktu lalu saat berkunjung ke Kabupaten Kubu Raya.

Baca juga: Kadiskes Marijan Sebut Stunting di Kubu Raya Alami Penurunan Drastis, Tersisa 13,40 Persen

"Dan saya melihat komitmen dari pemerintah daerah Kabupaten Kubu Raya itu tidak berhenti di 13 persen saja, bahkan lebih kencang, karena saya melihat upaya-upaya melalui pemanfaatan-pemanfaatan berbagai media dan upaya membangun sistem berbasis data yang diupayakan validitasnya," sambungnya.

Dirinya juga mengapresiasi, dengan sistem data berbasis geospasial yang sudah dilakukan Pemkab Kubu Raya, data si-bunda, ibu hamil, anak, bayi dan balita yang ada di tiap rumah sudah berbasiskan by name, by addres, by koordinat dan infografis dapat memetakan setiap rumah tangga yang berisiko terjadi stunting.

"Bahkan sudah terpetakan rumah tangga rumah tangga yang beresiko stunting, dan saya kira itu memberikan kita rasa optimisme bahwa penanganan stunting itu bisa berjalan lancar, karena sudah berbasis data rumah tangga," jelasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved