Masa Pandemi Covid-19, Pengrajin Rotan Alami Penurunan Omzet
Meskipun mengalami penurunan pesanan, Ania tetap membuat kerajinan tangan dari rotan sehari-harinya dimasa pandemi Covid di Desa Sekidak sendiri sebag
Penulis: Zulfikri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BENGKAYANG - Salah satu pengrajin rotan di Desa Sekidak Kecamatan Jagoi Babang Ania menyampaikan, aktivitas yang dilakukannya setiap hari dalam membuat produk dari rotan mengalami pengurangan pesanan akibat dari pandemi Covid, Selasa 23 Maret 2021.
Ania mengatakan, bahwa produksi kerajinan tangan dari rotan yang sehari-hari dilakukan mengalami penurunan omset dan pesanan akibat dari pandemi yang masih terjadi.
"Karena Covid ini, agak terhambat tapi mereka tahu saya yang buat disini mereka datang langsung kesini," ucap Ania.
Baca juga: Kades Sekidak Sebut UMKM di Daerahnya Bertahan di Masa Pandemi
Meskipun mengalami penurunan pesanan, Ania tetap membuat kerajinan tangan dari rotan sehari-harinya dimasa pandemi Covid di Desa Sekidak sendiri sebagai salah satu penghasil kerajinan tangan dari rotan di Kabupaten Bengkayang.
Kemudian, selain pemesanan dari wilayah Kabupaten Bengkayang, lanjut Ania, di masa pandemi konsumen juga langsung ke tempat tinggalnya untuk membeli hasil kerajinan tangan tersebut.
Untuk pendapatan sendiri, Ia menyebut mengalami penurunan di masa pandemi Covid-19 yang menyebabkan sektor Umkm di wilayah Kabupaten Bengkayang juga mengalami imbasnya.
"Pokoknya setengahlah persen kayak gitu misalnya kalau 1 bulan 2 juta tapi sekarang ndak sampai lagi," tutupnya. (*)