Kapolres Mempawah AKBP Fauzan Berikan Penekanan Cegah Karhutla

Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah yang juga sebagai pimpinan apel, dalam amanatnya memberikan penekanan, yakni untuk lebih memprioritaskan u

Penulis: Ramadhan | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Polres Mempawah laksanakan Apel Gelar Pasukan Ops Kewilayahan Bina Karuna Kapuas 2021, Selasa 16 Maret 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Polres Mempawah laksanakan Apel Gelar Pasukan Ops Kewilayahan Bina Karuna Kapuas 2021.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Halaman Mapolres Mempawah, Selasa 16 Maret 2021.

Apel gelar pasukan tersebut juga dihadiri langsung oleh Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah, serta dihadiri juga dari Pemkab Mempawah yang diwakili oleh Asisten 1, Juli Suryadi.

Adapun peserta pada apel gelar pasukan ops kewilayahan bina karuna kapuas 2021 yakni, 10 anggota TNI Kodim 1201/Mph, 20 anggota Polres Mempawah, 5 anggota Manggala Agni Mempawah, 12 anggota KPH Kabupaten Mempawah, 10 anggota Sat Pol PP, 7 anggota BPBD, 8 anggota Damkar Sungai Pinyuh, dan 12 anggota PT Mas Sungai Pinyuh.

Serta ada juga peralatan yang ikut digelarkan, berupa 13 unit mesin robin dan 20 gulung selang, 1 unit mobil pemadam kebakaran, 6 unit Roda 2 Sat Sabhara Polres Mempawah, 2 unit Roda 4 Sat Lantas Polres Mempawah, 1 unit Roda 4 Sat Sabhara Polres Mempawah, 1 unit Roda 4 Sat Binmas Polres Mempawah.

Baca juga: Mukhtar Siagian Sebut Dihentikannya PTM Karena Mempawah Kembali ke Zona Oranye Penyebaran Covid-19

Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah yang juga sebagai pimpinan apel, dalam amanatnya memberikan penekanan, yakni untuk lebih memprioritaskan upaya cegah karhutla melalui konsolidasi dan koordinasi dengan baik.

"Insfrastruktur monitoring dan pengawasan harus sampai tingkat bawah dengan melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Kades dalam mencegah Karhutla," tegasnya.

Dirinya juga menekankan untuk mencari solusi permanen dalam mencegah dan menangani Karhutla di tahun yang akan datang.

"Terus lanjutkan penataan ekosistem gambut dalam kawasan hidrologi gambut untuk menjamin ketersediaan air tanah," jelasnya.

Dirinya juga meminta, semua tanggap dan segera antisipasi titik api kecil, jangan dibiarkan api membesar sehingga sulit dikendalikan.

"Lakukan langkah gakkum tanpa kompromi serta dilaksanakan secara tegas dan keras bagi siapa pun yang melakukan pembakaran hutan dan lahan, baik di konsesi milik korporasi maupun masyarakat," pungkasnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved