Aktivis Lingkungan Kalbar, Tito Indrawan Harap Program Sintang Lestari Tidak Hanya Sekadar Slogan
Model komunikasi yang baik, harus terbangun antara pemerintah dan masyarakat untuk menyampaikan informasi yang mudah dipahami masyarakat
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Aktivis Lingkungan Kalimantan Barat, Tito Indrawan mendorong Pemerintah Kabupaten Sintang, kedepan harus “membumikan” program Sintang Lestari kepada masyarakat luas, agar mimpi sintang berkelanjutan dipahami dan dimengerti masyarakat, supaya tidak hanya sekadar slogan saja.
“Sintang lestari, ini bukan hal yang mustahil ketika kita coba. Namun, siapa yang paham dengan program sintnang lestari. Ini penting disampaikan, agar apa renanca yang disampaikan oleh pmerintah bisa betul betul masyarakat banyak paham, akhirnya masyarakat bisa menempatkan diri bagaiama bisa berperan untuk hal itu,” kata Tito.
Model komunikasi yang baik, harus terbangun antara pemerintah dan masyarakat untuk menyampaikan informasi yang mudah dipahami masyarakat, tentang apa itu Sintang Lestari.
“Apa program sintang lestari, kedepan mungkin ini harus dibumikan kembali agar program yang sudah ada betul betul bisa dipahami oleh masyarakat, agar mimpi indah sitang lestari bisa dicari, dimana keberhasilannya. 2030 harus punya dampak, dan bisa mengevaluasi. Jadi agar sintang lestari tiak hanya jadi slogan saja. Atau hanya dipahami oleh beberap bagian dari masyarkat. Ini fungsi model komunikasi dibangun dan dijaga,” jelasnya.
Baca juga: Komitmen Bangun Sintang Berkelanjutan, Ini Upaya Bupati Jarot
Tito melihat, program sintang lestari tidak hanya terfokus pada sisi lingkungan hidup dan kehutanan, yang secara teknis lebih dibebankan pada Dinas Lingkungan Hidup.
Lebih dari itu, Tito melihat OPD lain juga harus memahami rencana aksi daerah tersebut.
“Saya berpikir ketika bicara sintang lestari itu dinas sosial juga harus memikirkan sintang lestari, bagaiman PU juga, apa kegiatan yang dilaksanakn yang mendukung. Coba dipikrikan, bagiaman agar semua OPD bisa mengambil intisari sintang lestari kedalam aktivitas dan tertuangkan ke dalam program kerja, ini bukan hanya program LH, hutan hilang, gak, tapi sintang lestari layaknya legislatif juga mendukung,” beber Tito.
Para anggota legislatif di DPRD dinilai Tito juga harus mendukung program tersebut melalui politik anggaran.
“legislatif juga bisa masuk. Karena kalau dilihat dari politik anggaran, di DPRD banyak punya anggaran yang bisa disalarukan, lewat aspirasi. Bukan hanya untuk melunturkan kewajiban ada dana aspirasi bukan, tetapi juga turun sampai dengan kepada tujuan bisa dilihat hasilnya. Jadi, ketika mendengar sintang lestari, saya tidak memandang itu tugas instansi perlindungan seperti Lingkungan hidup, tapi semua sisi musti andil,” sarannya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/diskusi-publik-membangun-masa-depan-sintang-lebih-baik-053.jpg)