Breaking News:

Satgas Karhutla Jongkat Padamkan Api di Dua Kabupaten Tempuh Puluhan Kilometer

Kebakaran lahan tersebut terjadi di Desa Mega Timur, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, berbatasan dengan Dusun Mambo, Desa Wajok Hulu

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Satgas Karhutla Kecamatan Jongkat yang dimotori Polsek Siantan, Polres Mempawah, kembali berjibaku melawan api saat kebakaran lahan terjadi di perbatasan dua kabupaten, yakni Mempawah dan Kubu Raya, Selasa 2 Maret 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Satgas Karhutla Kecamatan Jongkat yang dimotori Polsek Siantan, Polres Mempawah, kembali berjibaku melawan api saat kebakaran lahan terjadi di perbatasan dua kabupaten, yakni Mempawah dan Kubu Raya, Selasa 2 Maret 2021.

Tak tanggung-tanggung, jarak yang ditempuh petugas untuk memadamkan api lebih kurang 50 kilometer, melewati akses jalan yang memutar, kondisi jalan rusak berbatu, berdebu dan sebagian besar merupakan jalan setapak.

“Kebakaran lahan tersebut terjadi di Desa Mega Timur, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, yang berbatasan dengan Dusun Mambo, Desa Wajok Hulu, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah. Lahan yang terbakar seluas 1 hektar,” kata Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah, melalui Kapolsek Siantan, Iptu Rahmad Kartono.

Menurut Kapolsek, begitu mendapat laporan adanya kebakaran lahan di perbatasan dua kabupaten, Satgas Karhutla Kecamatan Jongkat berupaya melakukan pemadaman, sebab dikhawatirkan api akan meluas ke wilayah Kabupaten Mempawah.

Baca juga: Kapolres Fauzan Berikan Penghargaan Pada Delapan Personel, Lima Diantaranya dari Polsek Siantan

Jumlah personel yang dikerahkan, juga cukup besar, yakni 52 orang.

Terdiri atas 15 personel Polsek Siantan, dua personel Sat Polair Polres Mempawah, lima personel Koramil Jongkat, 15 karyawan PT. MAS dan 15 warga setempat.

Perjuangan petugas pemadaman api ini, berawal dari upaya masuk lokasi.

Jarak tempuh yang jauh dan akses jalan setapak yang rusak dan berbatu, membuat langkah tim menjadi lebih lamban dan harus bekerja keras.

“Sesampainya di lokasi kebakaran, kami kembali kesulitan mencari sumber air. Setelah melakukan pencarian, sumber air ditemukan lebih dari 200 meter dari lokasi terluar lahan yang terbakar,” ungkap Rahmad Kartono.

Belum lagi, tambah Kapolsek, angin yang bertiup kencang dan belum adanya jembatan permanen untuk memudahkan petugas memblokir api.

Jembatan yang ada di lokasi, ternyata dibuat secara darurat, sementara pemilik lahan, tak diketahui.

“Setelah mendapatkan sumber air, dengan satu mesin Robin Polsek Siantan dan empat unit mesin Robin milik PT. MAS, kami berjuang keras untuk melakukan pemadaman dan pendinginan di areal lahan yang terbakar,” katanya.

Hingga akhirnya, api berhasil dijinakkan.

Namun petugas tetap melakukan pemantauan dan penjagaan mengantisipasi api kembali membesar mengingat angin yang masih bertiup kencang. (*)

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved