Breaking News:

Begini Kronologis Polres Sambas Tangkap Oknum PNS yang Mencuri di Sekolah

Dan sekarang tersangka lainnya, yakni AM (38) yang diamankan di malam itu juga, sekira pukul 00.10 wib, di kediamannya Dusun Perigi Maram, Desa Saing

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kapolres Sambas Sambas AKBP Robertus B Herry Ananto Pratiknyo. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kapolres Sambas AKBP Robertus B Herry Ananto Pratiknyo mengungkapkan bahwa beberapa waktu lalu mereka baru saja mengamankan seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang melakukan pencurian terhadap smartphone milik sekolah.

"Unit reskrim Polsek Sejangkung di bantu oleh unit lidik Polres Sambas dan tim Resmob Polda Kalbar telah di melakukan penangkapan terhadap 2 orang. Diduga melakukan pencurian smartphone milik sekolah," ujarnya, Senin 1 Maret 2021.

Kata dia, keduanya adalah J (34) yang diamankan di kediaman tersangka pada pukul 22.30 Wib, yang beralamat di Dusun Mawar, Desa Tebas, Kecamatan Tebas.

Dan sekarang tersangka lainnya, yakni AM (38) yang diamankan di malam itu juga, sekira pukul 00.10 wib, di kediamannya Dusun Perigi Maram, Desa Saing Rambi Kecamatan Sambas.

Diungkapkan oleh dia, sebelumnya pada kamis (11/2) pihak sekolah di SMAN 1 Sejangkung, telah melakukan pengecekan terhadap barang inventaris sekolah di ruangan laboratorium komputer dan didapati bahwa 25 buah tablet merk Samsung Galaxy Tab A sudah tidak ada di lemari penyimpanan.

Baca juga: Curi Smartphone, Oknum PNS di Sejangkung Diamankan Polres Sambas

"Kemudian pihak sekolah melakukan pengecekan cctv yang ada diruangan labotarium tersebut. Di dapatkan, pada tanggal 8 februari 2021 terekam seorang laki laki masuk ruangan laboratorium dengan tas ransel dan kelaur ruangan dengan tas dalam keadaan penuh," kata Kapolres.

Atas dasar itu, selanjutan pihak sekolah melapor kejadian tersebut ke Polsek Sejangkung guna proses lebih lanjut. Dan karena kejadian itu pula, pihak sekolah mengalami kerugian sebanyak Rp 50 juta rupiah.

"Akibat peristiwa pencurian tersebut pihak korban dalam hal ini adalah SMA Negeri 1 Sejangkung mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp 50 juta rupiah," jelasnya.

"Saat ini mereka sudah dilakukan penahanan. Dan saat di tangkap, mereka sedang berada dirumahnya dan pada saat penangkapan terlapor tidak melakukan perlawanan," tutupnya. (*)

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved