Figo Harap ASDP Bisa Siapkan Kapal Baru di Tebas-Perigi Piai

Akibatnya kata dia, biaya operasional naik dan memakan waktu, sehingga harga barang dan jasa tidak efisien dan efektif.

TRIBUNPONTIANAK/M WAWAN GUNAWAN
Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Sambas, Lerry Kurniawan Figo. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Sambas, Lerry Kurniawan Figo yang membidangi Pemerintahan dan Hukum mengatakan sampai sekarang pasca musibah tenggelamnya Kapal Feri KMP Bili telah membawa dampak yang luas terhadap berbagai sektor kehidupan khususnya bidang ekonomi, infrastruktur dan lainnya.

"Dampaknya sangat terasa, baik dari sisi masyarakat khususnya di Kecamatan Jawai, Tekarang, Teluk keramat. Kita ketahui, saat ini angkutan khusus roda empat tidak ada penyeberangan atau jalan alternatif lain untuk menuju Kecamatan Jawai dan Tekarang," ujarnya, 28 Februari 2021?

"Dan pilihannya hanya satu yaitu memutar berkeliling ke jalur bantanan satu, dan memilih jalan Mekar Sekuntum dan Sekura yang radiusnya memang lebih jauh," ungkapnya.

Akibatnya kata dia, biaya operasional naik dan memakan waktu, sehingga harga barang dan jasa tidak efisien dan efektif.

Baca juga: Pasca Terbaliknya KMP Bili, Pengendara Keluhkan Kondisi Jalan Alternatif Berlubang dan Rusak Parah

"Tentunya aktifitas ekonomi juga akan melambat, selain itu dengan jalur angkutan melewati Sekura - Jawai. Hal ini juga memyebabkan jalan di jalur Sekura-Tekarang akhirnya rusak berat.

"Apalagi kebanyakan yang lewat adalah truk yang mengangkut material dengan kapasitas tonase yang berat. Setiap hari kita lihat pemandangan mobil amblas dan terdampar di Desa Sungai Baru dan Sengawang karena memang sebelumnya jalan ini sudah rusak," tuturnya.

"Syukur saja sekarang musim kemarau, kalau di gugur hujan lebih parah. Dan pasti akan lebih parah lagi dan bisa-bisa jalan putus kalau tidak dilakukan penimbunan," ungkapnya.

Dan jika belum ada penanganan kata dia, bisa saja ini akan terus berlanjut jika tidak dilakukan penanganan dengan serius.

"Oleh karena itu, kami tegaskan kepada pihak ASDP dan yang berkepentingan untuk secepatnya menormalkan kembali jalur penyeberangan Tebas-Perigi Piai. Walaupun kita memahami ada persoalan teknis dan administrasi yang harus diselesaikan oleh pihak ASDP dari tenggelamnya Kapal Fery ini," jelas Figo.

Baca juga: HIPMI: Pengusaha Rugi Belasan Juta Rupiah Karena Jalan Rusak

Meski begitu kata dia, penyelanggaraan pelayanan publik harus tetap berjalan dan tetap diutamakan karena PT ASDP adalah BUMN selain berbasis profit. Dan tugasnya adalah memberikan Pelayanan publik yang terjamin dan berkualitas kepada masyarakat.

"Kita memaklumi ini musibah, sudah kehendaknya, kita ikhlas, anggap saja ini sebuah pelajaran dan harus kita evaluasi namun sebuah harapan adalah bagaimana sebuah musibah ini bisa mendatangkan hikmah dan nikmat bagi kita semua," katanya.

"Secara Khusus kami minta kepada GM dari pihak ASDP setelah musibah ini untuk bisa memperhatikan kebutuhan dan aspirasi masyarakat Sambas khususnya Kecamatan Jawai, Tekarang dan Teluk keramat. Jalur pemyeberangan Tebas-Tekarang itu sangat padat dan intensitasnya sangat tinggi," bebernya.

"Saya kira pihak ASDP tau itu, dan sambil menunggu dibangunnya Jembatan Sungai Sambas Besar. Kita minta dipersiapkan 2 buah Fery yang stand by untuk melayani penyeberangan masyarakat disitu," ungkap Figo.

Kata politisi Nasdem itu, bahwa itu adalah aspirasi masyarakat yang sudah lama mereka perjuangkan dan berharap agar bisa segera terwujud.

"Kita tentu akan bangga dan mengapresiasi kinerja PT ASDP sebagai Mitra pelayan masyarakat yang lebih berorientasi kepada kualitas pelayanan publik. Bukan semata mencari keuntungan," tutupnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved