DAD Sekadau Harap Ada Solusi Nyata Agar Peladang Tidak Membakar Dalam Membuka Lahan
Willy tak menampik sebagai masyarakat adat yang sejak zaman nenek moyang sudah berladang, tentu membuka lahan dengan cara dibakar.
Penulis: Marpina Sindika Wulandari | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Dewan Adat Dayak Kabupaten Sekadau, harap ada solusi nyata bagi peladang agar tidak membakar dalam membuka lahan, Kamis 25 Februari 2021.
Ketua Dewan Adat Dayak Kabupaten Sekadau, Wellbertus Willy memastikan hingga saat ini pihaknya sebagai masyarakat terus mendukung upaya pemberantasan pembakaran hutan dan lahan.
Namun dari sisi kearifan lokal, Willy tak menampik sebagai masyarakat adat yang sejak zaman nenek moyang sudah berladang, tentu membuka lahan dengan cara dibakar.
Pembukaan lahan dengan dibakar itupun dilakukan sesuai dengan peraturan yang diterbitkan oleh Pemerintah.
Baca juga: Plh Bupati Sekadau Sebut Aparat Pemerintah Desa Harus Memiliki SDM yang Mumpuni
"Sampai sekarang juga Pergub atau Perbub tentang membakar ladang belum itu dibatalkan. Jadi kami siap mensosialisasikan tehnik atau cara membakar ladang sesuai dengan yang ada di peraturan perundang-undangan," kata Willy.
Meski begitu, Willy juga menyayangkan dengan adanya opini bahwa peladang yang menjadi sumber kabut asap dan karhutla saat ini.
"Sebetulnya dari jaman dulu kita sudah berladang dan jumlahnya jauh lebih besar. Dulu satu kampung bisa berladang, sekarang 20 persen dari penduduk kampung saja tidak sampai berladang. Namun bahkan sekarang kita di cap sebagai pencipta asap," ungkapnya.
Dirinya pun berharap agar segera ada solusi konkrit dari Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten bagi para peladang dalam membuka lahan agar tidak dibakar.
Karena hal itu merupakan permasalahan serius yang telah lama menjadi persoalan.
"Ini serius dan sudah sangat lama dinantikan solusinya, tetapi selama yang ada hanya sosialisasi dan larangan tapi solusinya belum ada," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ketua-dewan-adat-dayak-kabupaten-sekadau-wellbertus-willy-cwdcz.jpg)