Breaking News:

266 Orang di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak Ikuti Swab

Ia mengatakan, belajar tatap muka yang dilaksanakan bukan hanya kelas XII saja, melainkan diberlakukan dari kelas X yang memang sudah diatur teknis pe

TRIBUNPONTIANAK/MUHAMMAD ROKIB
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Kalimantan Barat saat ini sudah mulai melakukan pemeriksaan swab test PCR bagi guru dan swab rapit tes antigen bagi siswa SMK, SMA baik Negeri maupun swasta di Kalimantan Barat yang melakukan belajar tatap muka sejak 22 Februari 2021 kemarin. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sebanyak 266 orang di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak mengikuti pemeriksaan swab test yang dilaksanakan oleh satgas Covid-19 Provinsi Kalimantan Barat, di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak, Rabu 24 Februari 2021.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Muhammadiyah 1 Pontianak, Deni Hamdani menyebutkan dari jumlah 266 orang itu, sebanyak 61 guru dan termasuk staf tata usaha Swab Test PCR, serta 205 siswa kelas XII diswab test antigen.

Hamdani mengatakan, bahwa hal tersebut dilaksanakan demi memastikan belajar tatap muka sejak senin 22 Februari 2021 kamarin bisa sukses dan terhindar dari bahayanya covid-19. Terkhusus nagi siswa kelas XII yang tidak lama lagi akan melaksanakan ujian sekolah.

"Dilakukan swab antigen bagi siswa itu juga untuk persiapan ujian sekolah nantinya," ujarnya.

Ia mengatakan, belajar tatap muka yang dilaksanakan bukan hanya kelas XII saja, melainkan diberlakukan dari kelas X yang memang sudah diatur teknis pelaksanaannya.

"Belajar tatap muka pakai sift untuk siswa kelas X dan XI diberikan jatah dalam seminggu satu hari. Hari senin kelas X A dan kelas XII A, hari Selasa kelas XI B dan kelas XII B, Rabu 11 A dan XII A, Kamis XI B dan XII B, Jumat seluruh kelas XII," ungkapnya.

Baca juga: Swab Test Kepada Guru dan Siswa yang Melaksanakan Belajar Tatap Muka Sudah Dimulai

Hamdani menyebutkan jumlah siswa keseluruhan di SMA 1 Muhammadiyah Pontianak sebanyak 754 orang, sedangkan yang diizinkan oleh orangtuanya untuk belajar tatap muka tidak lebih 10 persen dari jumlah tersebut.

"Belajar tatap muka ini kita tidak mewajibkan, namun dalam rangka untuk mengakomodir siswa yang menginginkan belajar tatap muka, bagi siswa yang tidak belajar tatap muka tetap belajar secara daring," ungkapnya.

"Sarana dan prasarana kami yang standar-standar saja, jumlah kelas pun tidak boleh lebih dari 18 orang sesuai dengan standar, maka dalam satu jari tidak lebih dari 200 orang. Karena sesuai dengan edaran bahwa kita 25 persen dari jumlah siswa," ujarnya.

Dalam pelaksanaan belajar tatap muka ini, Hamdani menerangkan, diawasi secara ketat oleh pihak sekolah bekerja sama dengan Puskesmas, serta TNI-Polri dan juga dinas provinsi Kalimantan Barat.

"Kami tetap dikontrol oleh Puskesmas dinas provinsi juga baik elektronik dan manual. Rutinitas dari puskesmas, TNI-Polri juga ikut memantau," ujarnya.

Pengawasan tersebut tidak hajya di sekolah, namuj juga dipastikan siswa pulang tepat waktu pada jam pulang. (*)

Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved