Breaking News:

Presiden Ancam Copot Pejabat Gagal Tangani Karhutla, Polda Kalbar Komit Bekerja Serius dan Maksimal

Terkait penanganan Karhutla di Kalbar, Polda Kalbar melalui Kabid Humas Polda Kalbar Kombespol Donny Charles Go menyampaikan Polda Kalbar dan jajaran

Dok. Humas Polda Kalbar
Kabid Humas Polda Kalimantan Barat, Kombes Pol Donny Charles Go. 

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Curah hujan yang rendah diawal 2021, membuat Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di Kalimantan Barat.

Presiden Joko Widodo saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2021 di Istana Negara, menyampaikan bahwa pejabat daerah bisa dicopot bila tidak dapat menangani karhutla di daerahnya, Senin 22 Februari 2021

Terkait penanganan Karhutla di Kalbar, Polda Kalbar melalui Kabid Humas Polda Kalbar Kombespol Donny Charles Go menyampaikan Polda Kalbar dan jajaran selalu serius dan tetap bekerja maksimal untuk mengatasi Karhutla di wilayah Kalbar.

Baca juga: Antisipasi Karhutla, Jajaran Polres Sintang Cek Alat Pemadaman Kebakaran ke Sejumlah Perusahaan

"Selama ini sudah berjalan penanganannya, yang terbaru, kita sudah melaksanakan gelar pasukan dan peralatan untuk mengantisipasi Karhutla di Mako Brimob, Pak Kapolda dan beberapa Pejabat Polda serta Kapolres diminta untuk mengecek kesiapan perusahaan mengantisipasi Karhutla, mulai dari kesiapan personil Damkar, Peralatan Sarpras yang dimiliki serta sarana penting lainnya seperti embung embung embung air, kanal batas dan lain - lain,"paparnya, Selasa 23 Februari 2021.

Saat ini, dikatakannya teradapat 2 LP yang di tangani jajaran Polda Kalbar, 1 di Polresta Pontianak, dan 1 di Polres Mempawah

"Dua kasus tersebut Semua masih perorangan, untuk sejumlah lahannya lain masih dlm proses penyelidikan,"katanya.

Selanjutnya, terkait kasus kebakaran lahan di wilayah perusahaan yang terjadi beberapa tahun lalu dikatakannya beberapa kasus sudah memasuki tahap 2 dan ada di antaranya yang sudah sampai vonis pengadilan.

"Ada yang sudah tahap 2 dan divonis oleh pengadilan," jelasnya. (*)

Penulis: Ferryanto
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved