Breaking News:

Riduan HM Yusuf Kecam Keras Kasus Asusila Terhadap Anak

saya sangat sedih dan miris mendengar hal itu, seharusnya anak-anak seusia itu disayang dan diajari dengan hal baik

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Anggota DPRD Mempawah, Riduan HM Yusuf. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Anggota Komisi I, DPRD Kabupaten Mempawah, Bidang Pendidikan, Perhubungan, Pajak Pendapatan dan Hukum, Riduan HM Yusuf, sangat mengecam kasus asusila (cabul) terhadap anak.

Dirinya mengatakan, anak-anak adalah aset bangsa yang semestinya harus dijaga, bukan diperlakukan dengan perlakuan yang tidak senonoh.

"Menyikapi dengan adanya kasus pencabulan ataupun asusila terhadap anak dibawah umur, saya sangat sedih dan miris mendengar hal itu, seharusnya anak-anak seusia itu disayang dan diajari dengan hal baik, bukan di perlakukan tidak senonoh," katanya kepada Tribun, Senin 22 Februari 2021.

Dirinya sangat mengesalkan hal itu tetap saja terjadi, dan meminta Kepolisian menindak tegas kepada para pelaku yang dengan semena-mena melakukan hal yang melanggar norma-norma kehidupan.

Baca juga: KPAID Mempawah Akan Dampingi Korban Kasus Pencabulan di Jongkat

"Kepada Kepolisan, hal ini harus ditumpas, dan ditindak tegas, harus ada efek jera kepada para pelaku, karena untuk korban sendiri pasti ada rasa trauma yang mendalam, yang terus membayanginya nantinya," imbuhnya.

Untuk itu juga, dirinya menghimbau kepada orangtua, harus lebih waspada kepada orang-orang di sekeliling anak mereka.

"Jangan biarkan anak-anak bermain berdua-duaan saja, harus tetap dikontrol dan dilihat setiap saat, kemudian jangan juga dibebaskan untuk anak-anak bermain HP setiap saat," jelasnya lagi.

Dirinya juga mengatakan, kasus asusila terhadap anak kerap terjadi dengan berbagai macam bentuknya.

"Yang mengakibatkan asusila (cabul) terhadap anak banyak sekali terjadi, diantaranya yaitu tentang pendidikan anak itu sendiri, dan selanjutnya kurang edukasi yang diberikan orang tua terhadap anaknya," katanya.

Untuk itu, Riduan mengajak kepada seluruh orang tua agar menjaga anaknya masing-masing, agar jangan sering bergaul dengan lawan jenis.

"Kemudian orangtua harus juga memberikan pendidikan tentang agama, agar mengingatkan bahwa tidak boleh melakukan tindakan yang bertentangan dengan ajaran agama masing-masing, misalkan bergaul lawan jenis yang bukan muhrimnya," ungkapnya.

Dia juga berharap agar kasus serupa seperti ini tidak terjadi lagi di Kabupaten Mempawah.

"Kita juga berharap, tidak ada kasus-kasus seperti ini lagi, ini sungguh merusak generasi anak bangsa," pungkasnya. (*)

Penulis: Ramadhan
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved