Rahim: Penggunaan Anggaran Harus Tepat Sasaran

Pengunaan anggaran nantinya harus transparan sesuai SOP yang berlaku. Sehingga penggunaan tepat sasaran dan pemanfaatannya ada dampak yang dihasilkan

Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Hendri
Tokoh Pemuda Sanggau, Abdul Rahim 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Tokoh Pemuda Sanggau, Abdul Rahim menyampaikan bahwa bagaimana pun juga persoalan pandemi Covid-19 harus dituntaskan agar kita bisa beraktivitas normal seperti sebelumnya.

"Dan dengan tetap fokus anggaran merupakan bagian dari proses pembangunannya namun semuanya itu kurang berarti kalau masyarakat kurang disiplin dalam penerapan 3M (Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun)," katanya, kemarin.

Karena, lanjut Rahim, keduanya harus sejalan yakni anggaran dan kepedulian masyarakat harus tetap sejalan. Semoga dengan fokus anggaran dapat mengurangi jumlah pasien Covid-19 dengan prinsip lebih baik mencegah dari pada mengobati.

"Sosialisasi jangan pernah bosan dalam menangani pandemi ini. Semoga pandemi ini cepat berlalu dan perekonomian kita bisa meningkat. dan protokol kesehatan tetap dipatuhi," tegasnya.

Baca juga: Bupati Sanggau Sebut Rp 85 Miliar DAU Tahun Ini Dialihkan ke Dinas Kesehatan dan RSUD M Th Djaman

Rahim juga berharap pengunaan anggaran nantinya harus transparan sesuai SOP yang berlaku. Sehingga penggunaan tepat sasaran dan pemanfaatannya ada dampak yang dihasilkan.

"Jangan sampai anggaran besar dampaknya malah tidak kelihatan. Semoga pengelolaan anggaran betul-betul berdampak positif dalam penanganan Covid-19 tersebut,"pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Bupati Sanggau Paolus Hadi menyampaikan bahwa, Saat ini penyempurnaan APBD tahun anggaran 2021 sedang dilakukan. Sesuai PMK Nomor 17/PMK.07/2021 tentang Pengelolaan TKDD Tahun Anggaran 2021 dalam Rangka Mendukung Penanganan Pandemi Covid-19 dan Dampaknya, Dana Alokasi Umum
(DAU) untuk Kabupaten Sanggau berkurang sekitar Rp 24 miliar.

“Tetapi kita ada kewajiban untuk merefocusing 8 persen dari DAU yang sudah dikurangi itu, Jadi diperkirakan sekitar Rp 85 miliar DAU tahun ini dipindahkan menjadi kegiatan di Dinas Kesehatan dan RSUD M Th Djaman,” katanya, Kamis 18 Februari 2021.

Ketua DPC PDI Perjuangan Sanggau itu menjelaskan, dukungan pendanaan dari DAU tersebut untuk program vaksinasi dan belanja prioritas penanganan Covid-19 lainnya.

“Ini untuk dukungan operasional pelaksanaan vaksinasi dan seluruh aktivitas supaya penanganan Covid-19 baik di Sanggau. dan itu kita sudah rencanakan," tegasnya.

Selain itu, lanjut PH sapaan akrabnya, DID tahun 2021 juga digunakan paling sedikit 30 persen untuk bidang kesehatan. Termasuk untuk penanganan pandemi Covid-19, Sarana prasarana kesehatan, dan digitalisasi pelayanan kesehatan serta perlindungan sosial.

“Kita diminta menguranginya 30 persen, Semuanya di Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air. DID kita Rp 7,5 miliar, dikurangi 30 persen lumayan juga kan,” jelasnya.

Lanjutnya, Sehingga akan berdampak pada pembangunan infrastruktur.

“Saya perlu sampaikan itu supaya ada pemahaman dari masyarakat bahwa negara masih memastikan keselamatan manusia di atas Segala-galanya. Karena wabah pandemi Covid-19 ini,”tegasnya.

Suami Arita Apolina itu juga mengingatkan bahwa jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Sanggau juga masih ada dan bahkan meningkat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved