Breaking News:

Muncul Ratusan Hotspot, Ketua LDII Kalbar Ajak Warga Tidak Membakar Lahan

Mohon kiranya warga tidak membakar lahan, karena dampak yang ditimbulkan sangat serius dan bisa merugikan masyarakat luas

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA/SUSANTO
Ketua DPW LDII Kalbar, Susanto 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Belum diguyur hujan sepekan, puluhan hotspot (titik api) terdeteksi oleh BMKG Kalbar.

Data terakhir tercatat 100-an titik api dan hampir ada di semua kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Hal ini mengundang keprihatinan Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kalbar, Susanto.

Atas kejadian seputar kebakaran lahan di beberapa daerah ini, dirinya mengajak warga tidak membakar hutan dan lahan mengingat beberapa hari kedepan diperkirakan cuaca cukup panas.

Baca juga: Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio Pontianak Pantau 172 Titik Hotspot 

"Mohon kiranya warga tidak membakar lahan, karena dampak yang ditimbulkan sangat serius dan bisa merugikan masyarakat luas," ujarnya, Jumat 19 Februari 2021.

Menurutnya, kerugian yang dimaksud bukan hanya muncul bencana kabut asap saja melainkan dampak ikutannya bisa mengganggu aktifitas ekonomi dan kesehatan warga.

"Belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, aktifitas transportasi terganggu dan banyak warga terkena ISPA," kata dia.

Dengan tidak membakar hutan dan lahan menjadi cerminan warga yang patuh terhadap perundang-undangan.

"Jika tidak membakar lahan berarti kita patuh dan taat hukum. Apalagi Fatwa MUI No 30 tahun 2016 mengharamkan tindakan membakar lahan" tegasnya.

Lahirnya Fatwa MUI tersebut bukan tanpa alasan, melainkan untuk memperkuat seruan Allah dalam Al Qur'an agar tidak melakukan kerusakan di muka bumi.

"Janganlah berbuat kerusakan dibumi setelah Allah memperbaiki," ujar Susanto mengutip surat Al A'raf ayat 56.

Semoga dengan tidak membakar lahan dan mampu melakukan upaya-upaya pengendalian, Kalbar terbebas dari karhutla.

"Ini semua butuh komitmen dari diri kita, keluarga kita dan seluruh masyarakat untuk tidak membakar hutan dan lahan," timpalnya. (*)

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved