Breaking News:

Mulai Pemberlakukan Pembelajaran Tatap Muka, Pemkot Pontianak Terapkan Formula Sekolah Percontohan

Iwan menyampaikan mengingat tentang persiapan dari pihak sekolah, pembentukan Satgasnya, dan koordinasi dengan orang tua murid berjalan cukup lama, be

TRIBUNPONTIANAK/Jovi Lasta
Sekretaris Satgas Penanggulangan Covid-19 Kota Pontianak Iwan Amriady, Jumat 19 Februari 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sekretaris Satgas Penanggulangan Covid-19 Kota Pontianak Iwan Amriady mengatakan, bahwa aturan pembelajaran tatap muka sudah diterima baik itu SKB 4 Menteri, Permendikbud, dan Gubernur khusus penyelenggaraan pembelajaran tatap muka pada bulan Desember oleh Satgas Penanganan Covid-19 Kota Pontianak.

"kondisi Kota Pontianak sedang dalam keadaan tidak memungkinkan sehingga satgas memutuskan penundaan atau penolakan pemberian persetujuan pada tanggal 4 Januari untuk tatap muka di seluruh Kota Pontianak," kata Sekretaris Satgas Penanggulangan Covid-19 Kota Pontianak Iwan Amriady ditemui awak media di SMP Negeri 1 Pontianak Jalan Jendral Urip, Tengah, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak.

Iwan menyampaikan mengingat tentang persiapan dari pihak sekolah, pembentukan Satgasnya, dan koordinasi dengan orang tua murid berjalan cukup lama, begitu kondisi Kota Pontianak sampai saat ini dan memungkinkan sehingga pembelajaran tatap muka ini akan dilaksanakan dengan formula percontohan dahulu.

Baca juga: JADWAL Masuk Sekolah Kembali Senin 22 Februari 2021 dan Teknis Pembelajaran Tatap Muka

Untuk percontohannya sendiri akan menggunakan format 1 kecamatan dengan 1 SMP dan 1 SD.

"Tetap 1 kecamatan 1 SMP, 1 SD seperti itu sambil kita melihat perkembangannya. Ketika kita berbicara tentang tahapan, itu akan menjadi tanda bahwa ini akan memperkenankan semua, itu proseslah seperti itu," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya sepenuhnya belum mencermati ranah yang berhubungan dengan kurikulum.

"Kurikulum, mekanisme ada di Permendikbud ataupun di SKB 4 Menteri silahkan dicek. Kalau berkaitan dengan materi penyelenggaraan pendidikan di kelas," ungkapnya.

Satuan Tugas dalam konteks ini hanya berbicara tentang apakah pertemuan tatap muka secara fisik diberikan izin apakah tidak.

Kemudian, ia menambahkan warning terkait pembelajaran nanti tentang persetujuan yang diberikan kepada sekolah tetap dengan ketentuan

"Karena ini bukan hanya sekolah ini merupakan perangkat dari dari Pemerintah Kota Pontianak bukan hanya itu, tetapi kita berbicara tentang seluruh masyarakat dan warga yang di Kota Pontianak," jelasnya.

Pihak Satgas menyatakan, apabila nanti menemukan pelanggaran dalam pengawasan hal yang tidak bisa dipenuhi oleh sekolah demi semua akan diambil sikap tegas.

"Apakah itu bersifat administratif ataupun pencabutan rekomendasi pembukaan seperti itu. Permasalahan ketika ada murid siswa ataupun bahkan guru yang dalam proses tatap muka ini kemudian dinyatakan positif karena sesuatu dan lain hal," ujarnya

"Kita tentu harus hati-hati disini, kita Satgas ada bidang kesehatan kita akan melihat dulu sampai sejauh mana proses itu berlangsung. Apakah ini nanti akan berhubungan dengan pencabutan rekomendasi tatap muka pada satu sekolah atau kita memilih untuk pelaksanaan protokol kesehatan isolasi mandiri. Itu nanti kita kembalikan kepada proses," pungkasnya. (*)

Penulis: Jovi Lasta
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved