Uray: 2.704 Orang Jadi Target MKJP 2021
Dengan harapan, output dari kegiatan ini Indeks Pembangunan Keluarga di Kabupaten Sambas yang berkualitas di tingkat Nasional
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kepala Dinas Perlindungan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sambas, Uray Hendi Wijaya mengatakan dilaksanakannya program Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (KB MKJP) adalah guna mewujudkan pertumbuhan penduduk yang berkualitas dan seimbang.
"Bahwa dalam program keluarga bangga kencana, guna mewujudkan pertumbuhan penduduk yang seimbang. Dengan harapan bisa mewujudkan keluarga yang berkualitas di Kabupaten Sambas," ujarnya, Rabu 17 Februari 2021.
Dijelaskan oleh Uray, selama masa Pandemi Covid-19 angka kelahiran di Indonesia meningkat cukup tinggi. Kata dia, ada kurang lebih 500 ribu angka kelahiran anak selama masa Pandemi Covid-19.
"Kami sampaikan, saat ini dimasa Pandemi Covid-19, disinyalir bahwa selama pandemi tingkat kelahiran meningkat bahkan sampai 500 ribu angka kelahiran tidak terencana di Indonesia," katanya.
Baca juga: BKKBN: Sambas Jadi Daerah Percontohan Program MKJP di Kalimantan Barat
"Ini berdampak pada kesehatan ibu dan pola asuh kepada anak. Untuk itu, hadirnya MKJP ini bisa mewujudkan angka kelahiran yang terencana dalam jangka panjang," jelasnya.
Oleh karenanya, hadirnya MKJP kata dia untuk mengatur lama masa kelahiran dan juga untuk mencegah terjadinya stunting pada anak dan menjaga kesehatan ibu.
"Dan jika terjadi pola asuh yang keliru, bisa menyebabkan stunting pada anak, dan kesehatan ibu tidak maksimal. Karena itu kita harapkan, peningkatan akses terhadap KB walau pada masa Pandemi, pelayanan KB tetap bisa meningkat," bebernya.
"Kami optimistis, target yang diberikan BKKBN Provinsi bisa terlaksana di seluruh Kecamatan di Kabupaten Sambas. Dengan harapan, 8 fungsi keluarga bisa kita jalankan. Salah satunya melalui hadirnya kampung KB di setiap Kecamatan dan KB MKJP," jelasnya.
Oleh karenanya, dia berharap dengan adanya MKJP maka Indeks Pembangunan Keluarga di Kabupaten Sambas bisa meningkat.
"Dengan harapan, output dari kegiatan ini Indeks Pembangunan Keluarga di Kabupaten Sambas yang berkualitas di tingkat Nasional," katanya.
"Target nasional di Tahun 2020 adalah 25,11 persen, target provinsi kalbar 21,9 persen, dan pencapaian kabupaten sambas baru berkisar diangka 14,19 persen. Tapi selalu menunjukkan trend peningkatan," tutupnya.
Untuk 2021, MKJP di Kabupaten Sambas punya sasaran Akseptor mencapai 2.704 orang. Yang terdiri dari IUD atau implant 2.584 akseptor, metode operasi pria 10 akseptor, dan metode operasi wanita 110 akseptor. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/bupati-sambas-atbah-romin-suhaili-dan-kepala-bkkbn-provinsi-kalimantan-barat.jpg)