Bupati Atbah Hadiri Launching Pelayanan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang

Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili mengungkapkan jika dengan adanya MKJP maka diharapkan dapat mewujudkan pembangunan manusia yang terkendali.

Tayang:
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/M Wawan Gunawan
Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili dan Kepala BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, Tenny Calveni Soriton saat memantau pelaksanaan launching MKJP di Kabupaten Sambas, Rabu 17 Februari 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili menghadiri kegiatan Launching Pelayanan Keluarga Berencana Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (KB MKJP) yang di laksanakan oleh BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, dan Dinas Perlindungan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sambas, di Aula utama Kantor Bupati Sambas, Selasa 16 Februari 2021.

Dikesempatan itu, Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili mengungkapkan jika dengan adanya MKJP maka diharapkan dapat mewujudkan pembangunan manusia yang terkendali.

"Program ini memberikan dampak yang besar bagi Kabupaten Sambas, untuk mewujudkan pembangunan manusia yang berkualitas. Maka program ini diharapkan dapat ikut mengendalikan pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kualitas pertumbuhan penduduk," ujarnya.

Baca juga: BKKBN: Sambas Jadi Daerah Percontohan Program MKJP di Kalimantan Barat

Dikatakan dia, dengan diluncurkannya program KB MKJP ini, juga menjawab tantangan pelayanan KB. Hal ini kata dia, karena saat ini pelayanan KB berhadapan dengan kondisi belum optimalnya ketersedian, keterjangkauan dan kualitas pelayanan KB itu sendiri.

"Dengan peluncuran ujicoba ini, kita berharap terdapat perubahan yang signifikan dalam pelayanan KB di Kabupaten Sambas dan dapat langsung menyentuh sasaran," katanya.

Kata dia, dalam tiga tahun terakhir angka pemakaian kontrasepsi atau contraceptive prevalance rate (CPR) sudah melebih dari target nasional. Menurutnya, di tahun 2020, target nasional adalah 61,78 persen, target provinsi kalbar 66,65 persen dan capaian kabupaten sambas sebesar 71,4 persen.

"Ini menunjukkan capaian CPR atau angka pemakaian kontrasepsi Sambas sudah melebihi target nasional dan provinsi di tahun 2020," jelasnya.

Sedangkan capaian kesertaan ber-KB metode kontrasepsi jangka panjang atau MKJP di Kabupaten Sambas, dilihat dari tren tiga tahun terakhir, juga menunjukkan hasil yang baik.

Menurutnya, 3 tahun terakhir selalu meningkat hasil capaiannya walaupun masih dibawah target nasional.

"Target nasional di Tahun 2020 adalah 25,11 persen, target provinsi kalbar 21,9 persen, dan pencapaian kabupaten sambas baru berkisar diangka 14,19 persen," tutupnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved