Breaking News:

Satpol PP Singkawang Razia Tempat Pijat yang Resahkan Warga, 3 Wanita Digiring Petugas

Tiga wanita yang berprofesi terapis serta satu pria sebagai pengelola tempat hanya bisa pasrah saat digiring petugas kedalam mobil dan dibawa ke Kanto

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Petugas Satpol PP Singkawang menggiring para wanita yang merupakan terapis di tempat penyedia layanan jasa pijat di Kota Singkawang. Selasa 16 Februari 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Jajaran Satuan Polisi Pamong Praja Kota Singkawang kembali menggelar razia. Kali ini kegiatan penertiban menyasar kepada salah satu tempat penyedia jasa layanan pijat yang meresahkan warga berlokasi di belakang Terminal Induk Singkawang, Jl Terminal Induk, Singkawang Barat, Kalimantan Barat pada Selasa 16 Februari 2021.

Tiga wanita yang berprofesi terapis serta satu pria sebagai pengelola tempat hanya bisa pasrah saat digiring petugas kedalam mobil dan dibawa ke Kantor Satpol PP.

Kepala Satpol PP Kota Singkawang, Karjadi mengatakan penertiban ini digelar petugas lantara banyaknya laporan masuk kepada Satpol PP atas keresahan warga sekitar dengan adanya penyedia pelayanan pijat ini.

Baca juga: Cegah Covid-19, Kapolsek Singkawang Tengah Pimpin Patroli Cipta Kondisi

"Pelaku usaha yang bandel sudah harus dibina agar tetap mematuhi aturan Pemerintah Kota Singkawang, berkali-kali warga sudah melaporkan ke Satpol PP tentang kegiatan tukang pijat yang didatangkan dari jawa tersebut," jelas Karjadi saat diwawancarai awak media, Selasa 16 Februari 2021.

Karjadi mengatakan, para warga yang berada di sekitar lokasi Terminal Induk merasa risih dengan banyaknya wanita-wanita terapis yang berpenampilan kurang pas dipandang.

Takutnya, kata Karjadi, anak-anak disekitar lokasi juga mendapatkan pandangan yang kurang cocok dengan usia mereka, terlebih di sekitar lokasi tersebut memang ramai anak-anak.

Karjadi menerangkan pihak Satpol PP tidak pernah melarang orang dari mana saja untuk melakukan kegiatan usaha di Kota Singkawang.

Namun, dia tegaskan, usaha yang dibuka harus mengikuti aturan dan perizinan serta persyaratan yang sudah ditetapkan Pemerintah.

"Agar tidak menimbulkan dampak yang kurang apik di tengah masyarakat Singkawang," tukasnya.

Upaya dari warga serta jajaran Kelurahan, Kecamatan dan OPD terkait, kata Karjadi, sudah berkali-kali membahas agar segera pelaku usaha mengurus perizinannya sehingga dalam menjalankan usahanya dapat tetap tenang karena sudah memiliki izin usaha.

"Namun pelaku usaha masih tidak juga segera mengurusnya. Tentunya Satpol PP dengan dibantu warga dan OPD terkait segera berbuat untuk melakukan pembinaan pada pelaku usaha tersebut," katanya.

Apalagi, lanjut Karjadi, berdasarkan informasi yang dia dapatkan, para wanita pelayan pijat ini sudah mulai melakukan aktifitasnya dengan menerima tamu-tamu pria.

"Kami turun untuk mengingatkan dan kami tertibkan untuk dibina sampai tuntas perizinannya dan tidak boleh bandel," katanya.

Karjadi menekankan, para pelaku usaha penyedia jasa pijat ini harus menghormati warga sekitar dan tidak seenaknya sendiri tanpa menghiraukan keluhan warga yang sudah lama tinggal ditempat tersebut.

"Jangan sampai melakukan aktifitas yang membuat warga resah," pintanya. (*)

Penulis: Rizki Kurnia
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved