Komitmen Darwis-Rizal untuk Bengkayang, Ini Kata Pengamat Politik Untan

Tiga karateristik daerah itu tentu strategi pembangunannya tidak sama, ad skala prioritas tertentu untuk percepatan pembangunan ditiga kawasan itu.

TRIBUNPONTIANAK/RIDHO PANJI PRADANA
Bupati-Wakil Bupati Bengkayang terpilih, Sebastianus Darwis-Syamsul Rizal saat menghadiri Triponcast dengan tema 100 hari kerja Darwis-Rizal untuk Bengkayang Mantap yang dipandu Pemred Tribun Pontianak, Safruddin, Senin 15 Februari 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengamat Politik Untan, Dr. Jumadi, M.Si menilai perlu adanya sinergisitas dan komitmen untuk mewujudkan visi misi serta cita-cita Darwis-Rizal untuk Bengkayang.

Baik dalam menata birokrasi, membangun kawasan industri, menjadi tempat pariwisata hingga dengan membangun infrastruktur dan IPM.

Berikut penuturannya.

Bengkayang ini punya keunikan, ada tiga karakteristik daerahnya, dia daerah pedalaman, memiliki daerah perbatasan antar negara dan juga memiliki pantai dan kepulauan.

Tiga karateristik daerah itu tentu strategi pembangunannya tidak sama, ad skala prioritas tertentu untuk percepatan pembangunan ditiga kawasan itu.

Kalau terkait persoalan listrik saya pikir persoalan di pedalaman, perbatasan bahkan di kepulauan juga masalah, mudah-mudahan komitmen itu bisa terealisasi.

Tapi memang, mengelola tiga karateristik daerah yang berbeda diperlukan sebuah strategi khusus.

Mudah-mudahan mereka mempunyai tips untuk memadukan pembangunan yang merata, adil ditiga karateristik itu, pedalaman, perbatasan dan kepulauan.

Baca juga: Komitmen Darwis-Rizal untuk Bengkayang, Dari Pariwisata, Listrik Hingga Perbaikan Pelayanan

Problem kita di Kalbar untuk pariwisata ialah infrastruktur, untuk menuju ke objek wisata yang sebenarnya kita punya keunggulan.

Untuk membangun infrastruktur perlu anggaran yang cukup besar, mudah-mudahanlah Pak Darwis dan Rizal mampu melakukan terobosan membangun infrastruktur pariwisata sehingga menjadi daya tarik, di Bengkayang ada image baru misalnya dan implikasinya peningkatan PAD, dan pendapatan masyarakat akan bertambah, ada efek ekonomi.

Mengelola pariwisata memerlukan komitmen, kesungguhan dan diringi tentu prioritas anggaran untuk infrastruktur, karena infrastruktur menjadi masalah.

Terkait birokrasi, kan masalahnya Bengkayang ini ditinggalkan pemimpinnya. Wakil Bupati tutup usia dan Bupatinya tersandung kasus hukum, tentu dalam masa yang cukup lama ada kehilangan pemimpin.

Membenahi kultur kerja tentu menurut saya penting, menumbuhkan semangat kerja itu untuk Bengkayang, kan tentu down juga birokrasi di Bengkayang karena berbagai masalah hukum, mengembalikan kepercayaan diri pejabat menjadi penting, kan untuk menata ada aturanya, ada ketentuannya.

Diperlukan sinergisitas antar daerah, misalnya sinergisitas Bengkayang dan Mempawah, juga pemerintah provinsi, sinergisitas menjadi penting, persoalan yang mesti diselesaikan bersama-sama ada keuntungan yang juga dinikmati bersama-sama. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved