Pemda Kapuas Hulu Bangun Sekolah dan Rumah Guru Kondisi Rusak
Nasir menjelaskan, untuk membangun satu sekolah dan rumah guru saja harus mengucurkan dana ratusan juta, dan sementara anggaran terbatas.
Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Bupati Kabupaten Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir menyatakan, selama ini kalau pihaknya terus menganggarkan dana untuk memperbaiki atau renovasi gedung sekolah, ataupun rumah guru yang kondisi sudah tidak layak dihuni.
"Kita tau masih banyak sekolah dan rumah guru harus dibangun kembali atau renovasi. Tapi Anggaran kita tidak mampu mengatasi semuanya. Karena terkendala anggaran, namun tetap terus berupaya maksimal mungkin agar membangun gedung sekolah atau rumah guru yang rusak," ujarnya, Rabu 10 Februari 2021.
Nasir menjelaskan, untuk membangun satu sekolah dan rumah guru saja harus mengucurkan dana ratusan juta, dan sementara anggaran terbatas.
"Jadi memang kita harus bertahap membangun sekolah dan rumah guru yang kondisi menjadi prihatin," ungkapnya.
• Bupati Nasir Resmikan Gedung Disdikbud Kapuas Hulu
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu, Petrus Kusnadi menyatakan, setiap tahun pihaknya memperbaiki kondisi sekolah dan rumah guru.
"Kita menggunakan anggaran baik dana alokasi khusus (DAK) atau dana alokasi umum (DAU)," ujarnya.
Petrus Kusnadi juga mengakui, memang masih banyak sekolah dan rumah guru perlu menjadi prihatin pemerintah daerah Kapuas Hulu. Tapi harus secara pertahap untuk membangun atau renovasi.
"Dipastikan untuk membangun atau renovasi sekolah atau rumah guru, menggunakan anggaran tidak sedikit," ucapnya.
Dijelaskannya, membangun atau renovasi satu gedung sekolah atau rumah guru, harus mengucurkan dana ratusan juta. Sementara yang harus dibangun bukan hanya satu atau dua gedung sekolah atau rumah guru saja.
"Jadi kita harus tetap bertahap," ungkapnya. (*)