Breaking News:

Temui Gubernur Sutarmidji, Perkumpulan Apdesi Sambas Harap Perusahaan Salurkan CSR

Hal ini dikemukakan Ketua P-Apdesi Sambas, Mulyanto, SH saat ditemui bersilaturahim di ruangan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar, Prabasa Anantatur ber

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Ridho Panji Pradana
Ketua P-Apdesi Sambas, Mulyanto, SH beserta kades lainnya saat ditemui bersilaturahim di ruangan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar, Prabasa Anantatur bersama sejumlah kades lainnya, Selasa 9 Februari 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Perkumpulan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (P-Apdesi) Sambas berharap agar perusahaan perkebunan atau sawit yang ada di Sambas dapat merealisasikan CSR ke lingkungan desa dan masyarakat.

Hal ini dikemukakan Ketua P-Apdesi Sambas, Mulyanto, SH saat ditemui bersilaturahim di ruangan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar, Prabasa Anantatur bersama sejumlah kades lainnya, Selasa 9 Februari 2021.

Kepala Desa (Kades) Setalik, Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas tersebut tak sendiri, ia bersama jajaran P-Apdesi Sambas dan sejumlah kepala desa yang di wilayahnya ada perusahaan perkebunan atau sawit.

Silaturahim para kades tersebut pasca menemui Gubernur Kalbar, Sutarmidji di Kantor Gubernur, Jalan Ahmad Yani Kota Pontianak.

Anggota DPR RI Puji Gubernur Sutarmidji Tangani Covid-19 di Kalbar, Jadi Percontohan di Indonesia

"Kami berharap CSR nyalur ke desa sehingga desa merasakan CSR tersebut. Sampai saat ini belum ada CSR yang dirasakan," katanya.

Selain itu, Mulyanto juga mendukung terkait HGU yang dinilainya memang harus terlaksana, karena sampai saat ini, kata dia, kepala desa tidak punya kekuatan karena SPT Desa tidak berlaku.

"Kemudian terkait galian c disampaikan juga (Gubernur, red) boleh desa mengelolanya melalui bumdes untuk pembangunan di desa," tambahnya.

Masih kata Mulyanto, namun terkait dengan CSR mereka masih menunggu arahan lebih lanjut dari Gubernur untuk penghitungannya.

"Kami juga minta jelaskan ke Gubernur bagaimana hitungan CSR yang sebenarnya. Sehingga kami di desa bisa menghitung, dan kami ada dasar untuk menagih. Harusnya dengan ada 30 perusahaan sawit di Sambas, desa-desa dan masyarakatnya sudah makmur," terangnya.

Mestinya, kata dia, perusahaan yang berinvestasi di desa-desa Sambas dapat membuat desa semakin maju.

"Intinya kami berharap dengan adanya CSR desa di Sambas nanti desa di Sambas bisa maju dan mandiri. Pak Gubernur mengatakan tadi agar melapor kembali jika perusahaan tidak mengeluarkan CSR," katanya. (*)

Update Berita Pilihan
Tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > DI SINI

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved